Serangan Udara Militer Nigeria Salah Sasaran, Lebih dari 100 Warga Tewas di Pasar

  • Share
Foto: Sunday Alamba/AP

RBN || Abuja

Serangan udara yang dilakukan militer Nigeria terhadap kelompok pemberontak jihad dilaporkan salah sasaran dan menghantam sebuah pasar di wilayah timur laut negara tersebut. Insiden ini menyebabkan lebih dari 100 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Laporan ini disampaikan oleh Amnesty International dan sejumlah media lokal. Pihak berwenang Nigeria juga telah mengonfirmasi bahwa terjadi kesalahan dalam operasi tersebut, meski belum memberikan rincian lebih lanjut.

Menurut Amnesty International, berdasarkan keterangan para penyintas, sedikitnya 100 orang meninggal dunia dalam serangan udara yang terjadi di sebuah desa di Negara Bagian Yobe, yang berbatasan dengan Negara Bagian Borno. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai pusat pemberontakan jihad yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Direktur Amnesty International Nigeria, Isa Sanusi, mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi langsung kepada korban dan fasilitas kesehatan setempat.

“Kami berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di sana; kami berbicara dengan pihak rumah sakit. Kami berbicara dengan petugas yang menangani korban dan juga dengan para korban,” ujarnya.

Pemerintah Negara Bagian Yobe dalam pernyataannya menyebut bahwa serangan militer tersebut sebenarnya menargetkan basis kelompok Boko Haram di wilayah tersebut. Namun, serangan itu turut berdampak pada warga sipil yang berada di pasar mingguan Jilli.

“Beberapa orang yang pergi ke pasar mingguan Jilli ikut terdampak,” demikian pernyataan resmi pemerintah setempat.

Selama ini, militer Nigeria rutin melakukan serangan udara untuk melawan kelompok bersenjata yang bersembunyi di kawasan hutan luas. Namun, operasi tersebut kerap menuai kritik karena menimbulkan korban sipil.

Data yang dihimpun Associated Press menunjukkan bahwa sejak 2017, sedikitnya 500 warga sipil tewas akibat serangan udara militer Nigeria dalam berbagai operasi serupa.

Analis keamanan menilai insiden ini tidak lepas dari kelemahan dalam pengumpulan intelijen serta kurangnya koordinasi antara pasukan darat, kekuatan udara, dan pihak terkait lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Angkatan Udara Nigeria belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko tinggi dalam operasi militer di wilayah konflik, terutama ketika melibatkan area yang berdekatan dengan aktivitas warga sipil.

Sumber: The Guardian

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *