Israel Ingin Damai dengan Lebanon, Sebut Hizbullah Jadi Hambatan

  • Share
Foto: Detik News

RBN || Tel Aviv

Pemerintah Israel menyatakan keinginannya untuk mencapai perdamaian dan normalisasi hubungan dengan Lebanon di tengah dinamika konflik kawasan. Pernyataan ini disampaikan menjelang rencana pembicaraan damai antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menegaskan bahwa secara prinsip negaranya tidak memiliki konflik besar dengan Lebanon sebagai negara. Ia menyebut hambatan utama justru berasal dari kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Kami ingin mencapai perdamaian dan normalisasi dengan negara Lebanon… Israel dan Lebanon tidak memiliki perselisihan besar di antara mereka. Masalahnya adalah Hizbullah,” ujar Saar dalam konferensi pers.

Pernyataan tersebut disampaikan Saar saat menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Ceko, Petr Macinka. Pertemuan itu juga menjadi bagian dari upaya diplomatik yang melibatkan berbagai pihak internasional.

Kelompok Hizbullah selama ini memang menjadi faktor utama ketegangan antara Israel dan Lebanon. Keberadaan serta aktivitas militer kelompok tersebut kerap memicu konflik di wilayah perbatasan kedua negara.

Israel menilai bahwa selama Hizbullah masih aktif dan memiliki pengaruh kuat, upaya normalisasi hubungan dengan Lebanon akan menghadapi tantangan besar. Hal ini membuat proses perdamaian menjadi lebih kompleks.

Meski demikian, pernyataan Israel menunjukkan adanya sinyal terbuka untuk dialog dan penyelesaian konflik secara diplomatik. Publik internasional kini menantikan perkembangan pembicaraan damai tersebut dan kemungkinan tercapainya stabilitas di kawasan.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *