RBN || Jakarta
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) sempat menembus sekitar Rp 17.000 terhadap rupiah, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan signifikan pada awal pekan ini, kondisi yang memicu gelombang kekhawatiran di pasar keuangan domestik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah dan kejatuhan IHSG lebih dipengaruhi oleh sentimen negatif yang berkembang di kalangan pasar akibat interpretasi sejumlah ekonom yang menyebut Indonesia akan memasuki era resesi seperti krisis 1998, sehingga memicu aksi jual dan tekanan pasar.
Namun ia secara tegas membantah negara sedang dalam resesi atau krisis, menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam fase ekspansi dengan daya beli masyarakat relatif terjaga, serta meminta investor tidak panik karena fondasi ekonomi dalam negeri tetap kuat dan pemerintah terus menjaga stabilitas di tengah gejolak global termasuk konflik geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.
Sumber: Detik Finance











