Candi Preah Vihear: Warisan Hindu Berusia Ribuan Tahun di Perbatasan Kamboja-Thailand

  • Share

RBN|| Thailand 

Berdiri megah di puncak Pegunungan Dangrek dengan ketinggian sekitar 625 meter di atas permukaan laut, Candi Preah Vihear menjadi salah satu monumen keagamaan Hindu paling menakjubkan di Asia Tenggara. Didedikasikan untuk Dewa Siwa, Candi ini tak hanya menjadi simbol spiritualitas, tetapi juga karya agung arsitektur yang telah bertahan lebih dari seribu tahun.

Sejarah Singkat

Menurut catatan sejarah, situs suci ini telah ada sejak abad ke-9 Masehi, ketika pertapaan pertama kali dibangun. Namun, sebagian besar struktur utamanya dibangun pada abad ke-11 Masehi, terutama pada masa pemerintahan Raja Suryavarman I dan Suryavarman II dari Kekaisaran Khmer. Raja Yasovarman I disebut sebagai raja pertama yang merintis pembangunan kuil ini.

Situs itu masih lebih tua dari Angkor Wat yang baru dibangun pada abad ke-12 Masehi. Bedanya, jika Angkor Wat adalah candi bercorak Hindu-Buddha, Candi Preah Vihear murni bercorak Hindu.

Sebelum berdirinya Angkor Wat, Candi Preah Vihear dianggap situs penting bagi para penguasa Kerajaan Khmer. Salah satunya dikisahkan dalam Prasasti K.383 yang ditemukan di dalam mandapa (aula utama) persembahan candi. Prasasti beraksara Sanskerta itu menceritakan tentang Suryawarman II yang selalu berziarah, mengadakan ritual-ritual suci, hingga memberikan bermacam hadiah kepada penasihat spiritualnya, Mahaguru Divakarapandita.

Candi ini secara resmi tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2008, berkat keunggulan arsitektur dan relief-reliefnya yang luar biasa. Terletak di perbatasan Kamboja dan Thailand, kompleks ini dibangun membentang sepanjang 800 meter dari selatan ke utara, terdiri dari lima gapura yang dihubungkan oleh jalan lintas dan anak tangga batu.

Fakta Menarik Candi Preah Vihear

Yang menjadikan Preah Vihear begitu unik adalah orientasi bangunannya yang menghadap ke utara, berbeda dengan mayoritas kuil Hindu yang umumnya menghadap ke timur. Pengamat budaya menyebut arah ini mungkin berkaitan dengan pertimbangan politik dan budaya pada masa pemerintahan Kekaisaran Khmer.

Arsitektur Preah Vihear mencerminkan perpaduan berbagai gaya selama berabad-abad. Dari gaya Bakheng hingga klasik Angkor Wat, pengunjung dapat menyaksikan evolusi desain Hindu yang kompleks dan penuh makna. Relief-relief pada dindingnya menceritakan berbagai kisah dari mitologi Hindu, memberikan gambaran akan kedalaman spiritual dan intelektual masyarakat Khmer kuno.
Letaknya yang terpencil yaitu di sebuah puncak lereng curam di Pegunungan Dangrek, menjadikan akses ke kuil ini hanya melalui satu jalur pendakian. Namun, hal ini justru menambah daya tariknya. Sepanjang perjalanan menaiki anak tangga, pengunjung secara perlahan disuguhkan pemandangan dramatis kuil yang muncul satu per satu. Saat mencapai puncak, dua naga berkepala banyak menyambut para peziarah dan wisatawan.

Selain nilai sejarah dan spiritual, panorama dari puncak Pegunungan Dangrek juga menjadi daya tarik tersendiri. Pada hari-hari cerah, lanskap dataran Kamboja dapat terlihat dengan sangat jelas dari tempat ini.

Kuil Preah Vihear adalah warisan tak ternilai dari peradaban Hindu di Asia Tenggara, yang hingga kini masih berdiri kokoh sebagai bukti kejayaan dan kecanggihan peradaban Khmer. Kombinasi arsitektur monumental, keindahan ukiran, serta kekuatan spiritual menjadikan situs ini salah satu destinasi budaya dan religius paling penting di kawasan tersebut. (ev)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *