Bincang Transportasi BIONS 264: Saatnya LRT Jakarta Menjawab Tantangan Kota

  • Share

RBN – JAKARTA

Dalam diskusi daring Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri ke-264 yang digelar Sabtu malam, 12 Juli 2025, tema “LRT dan Mobilitas Perkotaan: Solusi atau Simbol Gagap Infrastruktur?” menjadi sorotan hangat para pemerhati transportasi nasional.

Acara yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BIONS ini menghadirkan Dr. Azas Tigor Nainggolan, Komisaris PT LRT Jakarta, sebagai narasumber utama.

Sebagai salah satu tokoh yang aktif dalam pengembangan transportasi publik, Dr. Azas Tigor memaparkan berbagai realita, tantangan, sekaligus optimisme terkait peran LRT Jakarta di tengah kompleksitas mobilitas kota metropolitan seperti Jakarta.

“LRT Jakarta hadir bukan hanya untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi,” ujar Tigor.

Transportasi Modern dengan Tantangan Integrasi

Dalam sesi diskusi, Tigor menjelaskan bahwa meskipun LRT telah menjadi bagian penting dari lanskap transportasi Jakarta, namun tantangan besar masih terlihat, khususnya dalam hal integrasi dengan moda transportasi lain seperti KRL, MRT, dan TransJakarta.

“Kami terus mengupayakan integrasi yang seamless dengan moda lainnya, walaupun memang masih ada hambatan fisik dan regulasi yang harus disinergikan,” tambahnya.

Peran LRT dalam sistem Transit-Oriented Development (TOD) juga menjadi pembahasan penting. Konsep ini mendorong pengembangan kawasan di sekitar stasiun agar lebih hidup dan berdaya guna. Menurut Tigor, sejumlah stasiun LRT telah mulai menunjukkan pergeseran fungsi kawasan yang lebih dinamis.

Menjawab Masalah ‘First-Mile’ dan ‘Last-Mile’

Salah satu tantangan klasik transportasi publik di kota besar adalah keterjangkauan titik awal dan akhir perjalanan masyarakat, yang dikenal dengan istilah first-mile dan last-mile connectivity. PT LRT Jakarta menanggapi hal ini melalui berbagai inovasi, mulai dari kolaborasi dengan layanan transportasi mikro hingga penataan kawasan sekitar stasiun agar lebih mudah diakses pejalan kaki dan pesepeda.

Kenyamanan dan Aksesibilitas untuk Semua Kalangan

LRT Jakarta tidak hanya fokus pada efisiensi waktu, tetapi juga mengedepankan kenyamanan dan aksesibilitas. Melalui program-program seperti CARLA (Care Center Sahabat LRT Jakarta), Pos SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak), serta layanan ramah disabilitas dan lansia, LRT Jakarta membuktikan komitmennya menjadi moda transportasi inklusif.

Sejumlah penghargaan pun berhasil diraih, termasuk Platinum Winner dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) sebagai Operator Terbaik Penyedia Sarana dan Prasarana Transportasi Ramah Disabilitas dan Lansia tahun 2024.

Langkah ke Depan: Modernisasi dan Perluasan Rute

Tigor menyampaikan bahwa PT LRT Jakarta memiliki visi jangka panjang dalam menjadikan LRT sebagai tulang punggung mobilitas urban. Proyek Fase 1B dari Velodrome ke Manggarai tengah dalam tahap uji coba, dan diproyeksikan akan meningkatkan kapasitas penumpang hingga 80.000 per hari secara bertahap.

“Inovasi terus kami dorong, mulai dari teknologi ticketing yang lebih terintegrasi hingga pengembangan ekosistem bisnis non-farebox seperti retail, pelatihan, dan ruang publik,” jelasnya.

Ajak Partisipasi Publik

Menutup diskusi, Tigor mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi transportasi Jakarta.

“Transformasi transportasi publik tak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi dan kepercayaan dari masyarakat. LRT bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi harapan untuk kehidupan kota yang lebih manusiawi,” pungkasnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *