Tragedi di Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 13 Orang

  • Share
Foto: Detik News

RBN || Indramayu

Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalur Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/7), menewaskan 13 orang. Seluruh korban diketahui merupakan rombongan yang baru pulang setelah mengantar pengantin dari Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, mengatakan, tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian, empat orang meninggal saat menjalani perawatan di RS Plumbon, dan enam korban lainnya meninggal di RS Bhayangkara, sehingga total korban tewas mencapai 13 orang.

Berdasarkan data kepolisian, delapan korban meninggal merupakan warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, yakni Idah, Karsini, Sanera, Yunah, Ayu, Shinta, Al, dan Warsidi yang merupakan pengemudi mobil pikap. Sementara itu, tiga korban lainnya berasal dari Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.

Ketua RT 13 Blok Cemeti, Rawid, membenarkan bahwa mayoritas korban merupakan warganya. Ia mengaku sangat berduka atas musibah yang menimpa warga setelah menghadiri prosesi mengantar rombongan pengantin.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan beruntun tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat masih melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta mendata seluruh korban. Sementara itu, para korban selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Indramayu. Selain meninggalkan belasungkawa bagi keluarga korban, kecelakaan tersebut juga menjadi pengingat penting akan keselamatan berkendara, khususnya di Jalur Pantura yang dikenal sebagai salah satu ruas jalan dengan lalu lintas padat dan tingkat kecelakaan yang tinggi.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *