RBN || Jakarta
Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan sangat kecewa dan marah kepada sekutunya, Israel, setelah militer Israel melancarkan serangan udara besar‑besaran yang menghantam puluhan depot bahan bakar minyak di berbagai wilayah Iran, termasuk di ibu kota Tehran, yang jauh melampaui apa yang sudah dikomunikasikan kepada Washington sebelumnya.
Menurut pejabat AS, sekitar 30 fasilitas BBM itu diserang hingga menimbulkan kebakaran besar dan kepulan asap tebal yang mengguncang pasar energi global, dan tindakan Israel ini dinilai bukan hanya “di luar rencana” tetapi berpotensi menyatukan rakyat Iran di belakang pemerintah mereka serta mendorong harga minyak dunia melonjak, suatu konsekuensi Washington ingin dihindari karena dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global, sehingga ketegangan antara kedua sekutu besar itu menjadi perbedaan pendapat pertama yang mencolok sejak perang melawan Iran dimulai minggu lalu.
Sumber: CNBC Indonesia











