Pimpinan Padepokan di Pekalongan Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Puluhan Santriwati

  • Share
Foto: iNews

RBN || Pekalongan

Seorang pimpinan Padepokan Padang Ati di Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, diamankan aparat kepolisian terkait dugaan kasus pencabulan terhadap puluhan santriwati.

Pria berinisial AKF itu dibawa ke Mapolres Pekalongan Kota pada Rabu (27/5/2026) untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim.

Kasus ini mencuat setelah organisasi Yakuza Manages yang dipimpin Gus Thuba Ploso Kediri mendatangi padepokan tersebut guna menindaklanjuti laporan para santri yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual.

Dugaan tindak asusila itu disebut telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Sedikitnya 25 santriwati diduga menjadi korban, termasuk beberapa alumni padepokan.

Pendamping korban dari organisasi Yakuza Manages, Eko Ebes, membenarkan adanya laporan dari para korban terkait dugaan pelecehan tersebut.

“Laporannya terkait tindak asusila ya, ada santriwati yang dilecehkan. Pengakuan dari korban ke korban sekitar 23-25, cuma yang berani speak-up ada 6,” ujar Eko Ebes, Rabu (27/5/2026).

Selain memeriksa terduga pelaku, polisi juga meminta keterangan sejumlah korban untuk melengkapi proses penyidikan.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, mengungkapkan modus yang diduga digunakan pelaku saat melancarkan aksinya kepada para santriwati.

“Modusnya, saat korban korban masih mondok di sana, santriwati-santriwati ini diajak untuk pijat. Pas ada kesempatan, si pelaku meminta agar disentuh kemaluannya. Itu kan hal yang sangat tidak manusiawi, melanggar asusila,” kata Riki.

Menurutnya, penyidik saat ini terus mengumpulkan alat bukti dan menghubungkan keterangan para saksi guna memperkuat proses hukum.

“Keterangan saksi itulah yang kami hubungkan menjadi alat bukti,” ujarnya.

Hingga kini, Polres Pekalongan Kota masih melakukan pemeriksaan secara maraton untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.

Dalam proses penanganan perkara, polisi juga melibatkan psikolog dan Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah guna mendampingi kondisi psikologis para korban. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, aparat kepolisian telah memasang garis polisi di area padepokan.

Sumber: iNews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *