Inggris Kecam Aksi Spionase China, Aktivis Hong Kong Jadi Target Pengintaian

  • Share
Bill Yuen dan Peter Wai. (Foto: Met Police/PA)

RBN || London

Pemerintah Inggris melayangkan peringatan keras kepada China setelah dua pria dinyatakan bersalah dalam kasus spionase dan intimidasi terhadap aktivis pro-demokrasi di Inggris. Sebagai respons atas putusan tersebut, Duta Besar China untuk Inggris, Zheng Zeguang, dipanggil oleh Kantor Luar Negeri Inggris.

Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, menegaskan pemerintah Inggris tidak akan mentoleransi upaya negara asing untuk mengintimidasi atau mengganggu warga di wilayah Inggris.

“Inggris tidak akan mentoleransi segala upaya negara asing untuk mengintimidasi, melecehkan, atau membahayakan individu maupun komunitas di Inggris,” tegas Lammy setelah kedua terdakwa dinyatakan bersalah.

Dua pria yang terlibat dalam kasus tersebut adalah Bill Yuen dan Peter Wai. Mereka divonis bersalah oleh Pengadilan Old Bailey, London, pada Kamis lalu karena menjalankan operasi pengawasan terhadap pihak-pihak yang dianggap menentang pemerintah China dan Hong Kong.

Peter Wai diketahui pernah bekerja sebagai petugas Border Force Inggris dan mantan perwira Kepolisian Hong Kong. Sementara Bill Yuen disebut menjalankan operasi tersebut dari kantor Hong Kong Economic Trade Office (HKETO) di pusat Kota London.

Menurut hasil persidangan, Yuen menugaskan Wai serta sejumlah orang lain, termasuk mantan anggota marinir kerajaan Inggris, Matthew Trickett, untuk melakukan pengawasan atas nama badan intelijen Hong Kong.

Matthew Trickett ditemukan meninggal dunia di sebuah taman di Maidenhead pada 19 Mei 2024, beberapa hari setelah pertama kali menjalani sidang bersama Yuen dan Wai. Polisi menyebut pria berusia 37 tahun itu meninggal karena bunuh diri.

Yuen dan Wai, yang memiliki kewarganegaraan ganda Inggris dan China, dinyatakan bersalah membantu badan intelijen asing dalam periode 20 Desember 2023 hingga 2 Mei 2024 berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional Inggris.

Juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris menyatakan pemanggilan Duta Besar China dilakukan setelah proses hukum yang berujung pada vonis terkait bantuan terhadap otoritas Hong Kong.

“Kami menegaskan bahwa Inggris tidak akan mentoleransi segala bentuk intimidasi, pelecehan, atau ancaman dari negara asing terhadap masyarakat di Inggris. Aktivitas seperti itu merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Inggris,” kata juru bicara tersebut.

Pemerintah Inggris juga menyatakan akan menggunakan seluruh instrumen yang tersedia untuk menjaga keamanan nasional dan meminta pertanggungjawaban China atas tindakan yang dinilai mengancam nilai demokrasi.

Kasus ini bermula dari operasi badan intelijen domestik Inggris, MI5, yang menangkap 11 orang.

Dalam persidangan terungkap Peter Wai pernah bergabung dengan Kepolisian Metropolitan London pada 2015 sebelum mengundurkan diri pada 2019 di tengah penyelidikan terkait pajak. Ia kemudian bekerja di Border Force Inggris di Bandara Heathrow.

Pengadilan juga mendengar keterangan bahwa Wai dan Trickett menjalankan perusahaan keamanan swasta bernama D5 Security.

Wai disebut mulai bekerja sama dengan Yuen setelah mereka bertemu pada 2021 dan kemudian menargetkan aktivis pro-demokrasi yang tinggal di Inggris.

Salah satu insiden yang diungkap di pengadilan adalah ketika Wai menunjukkan lencana kepolisiannya dan mengancam akan menangkap seorang demonstran yang memprotes pejabat Hong Kong di London.

Seorang aktivis asal China daratan juga mengaku dirinya dibuntuti setelah mengikuti aksi demonstrasi dan aktivitas pembayaran belanjanya dilacak.

Dalam persidangan, Yuen disebut meminta Wai memberikan “perhatian khusus” kepada pejabat pemerintah Inggris, anggota parlemen, dan anggota dewan lokal yang mendukung gerakan pro-demokrasi Hong Kong.

Salah satu tokoh yang menjadi target pengawasan adalah Iain Duncan Smith, Ketua Inter-Parliamentary Alliance on China.

Mereka diperintahkan mengambil foto serta mencari informasi pribadi mengenai para tokoh tersebut.

Aktivis demokrasi Hong Kong terkenal, Nathan Law, juga menjadi sasaran pengawasan saat berbicara di Oxford Union pada November 2023.

Nama aktivis lain, Christopher Mung dan Finn Lau, ditemukan dalam catatan di ponsel Matthew Trickett terkait tugas pengawasan pada Agustus 2023.

Christopher Mung mengaku dua anggota keluarganya di Hong Kong sempat dibawa untuk diperiksa aparat. Ia juga menyebut rekening bank dan dana pensiunnya dibekukan.

“Hal itu sangat menghancurkan rencana masa pensiun saya di masa depan,” ujarnya.

Sumber: Sky News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *