RBN || Maluku
Gunung Ibu kembali mengalami erupsi pada Minggu (10/5/2026) petang sekitar pukul 18.20 WIT. Aktivitas vulkanik gunung api yang berada di Kabupaten Halmahera Barat itu terekam melalui alat pemantauan milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Berdasarkan laporan PVMBG, letusan terjadi dengan amplitudo maksimum mencapai 28 mm dan berlangsung sekitar 56 detik. Meski demikian, tinggi kolom abu vulkanik tidak dapat diamati saat erupsi berlangsung.
“Namun, tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi ±56 detik,” demikian keterangan PVMBG yang dikutip dari laman resminya.
PVMBG menyebut hingga saat ini status aktivitas Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada.
“Saat ini Gunung Ibu berada pada Status Level II/Waspada,” lanjut keterangan tersebut.
Seiring aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati area kawah aktif. Warga diimbau menghindari radius dua kilometer dari pusat erupsi, termasuk perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah utara kawah.
Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu vulkanik. Jika abu mulai turun, warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker, pelindung hidung, dan kacamata guna mengurangi dampak gangguan pernapasan maupun iritasi mata.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya terkait aktivitas Gunung Ibu.
“Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah,” tulis PVMBG.
Gunung Ibu merupakan salah satu gunung api aktif di Maluku Utara yang beberapa kali mengalami erupsi dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas vulkanik gunung tersebut terus dipantau secara intensif oleh petugas PVMBG.
Sumber: Okezone











