RBN || Rokan Hilir
Aksi warga menyerbu rumah yang diduga milik bandar narkoba terjadi di wilayah Rokan Hilir. Peristiwa tersebut memicu perhatian aparat kepolisian yang langsung turun tangan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Wakapolres Rokan Hilir, Rikky Operiady, melakukan kegiatan cooling system bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pemerintah setempat pasca aksi massa tersebut. Kegiatan dilakukan untuk meredam ketegangan dan mencegah terjadinya konflik lanjutan di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Rikky mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi maupun terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. “Kami mengajak, kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, damai dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu benar,” kata Rikky, Sabtu (9/5/2026).
Polisi juga meminta masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam menyikapi persoalan hukum, termasuk kasus penyalahgunaan narkotika. Aparat menegaskan penegakan hukum merupakan kewenangan kepolisian dan masyarakat diimbau memanfaatkan layanan pengaduan resmi untuk melaporkan dugaan tindak pidana.
Sebelumnya, aksi serupa terkait dugaan bandar narkoba juga sempat terjadi di wilayah Panipahan, Rokan Hilir, dan berujung ricuh hingga terjadi perusakan rumah dan pembakaran kendaraan. Kepolisian berharap masyarakat tetap menjaga keamanan lingkungan serta mempercayakan proses hukum kepada aparat penegak hukum.
Sumber: Kompas.com











