RBN || Sampang
Pemerintah Kabupaten Sampang mulai memperketat pengawasan terhadap lalu lintas ternak, terutama sapi yang masuk dari luar Pulau Madura. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan kemurnian genetik sapi Madura yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Arif Rahman Hakim, mengatakan pemasukan sapi dari luar Madura tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Setiap pengiriman ternak wajib melalui izin khusus dari pemerintah provinsi.
“Secara umum, lalu lintas ternak lintas pulau masih dibatasi. Saat ini distribusi hanya diperbolehkan untuk antarkabupaten di wilayah Madura,” ujar Arif, Senin (11/5/2026).
Menurut Arif, kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah menurunnya kualitas genetik sapi Madura akibat masuknya ternak dari luar daerah tanpa pengawasan yang ketat.
Pemkab Sampang ingin memastikan sapi Madura tetap terjaga kemurniannya sebagai salah satu identitas peternakan khas daerah sekaligus aset ekonomi masyarakat.
Sebagai solusi untuk meningkatkan populasi dan produktivitas ternak, pemerintah daerah mendorong peternak memanfaatkan teknologi inseminasi buatan melalui distribusi straw atau semen beku.
“Metode ini dinilai lebih aman dan efektif dalam menjaga kemurnian genetik sapi Madura tanpa menghambat pengembangan populasi ternak,” kata Arif.
Sementara itu, pengiriman sapi dari Madura ke berbagai daerah di Indonesia masih tetap berjalan, terutama menjelang Hari Raya Iduladha yang biasanya meningkatkan permintaan ternak kurban.
Arif menyebut distribusi sapi ke sejumlah wilayah seperti Kalimantan dan Jakarta tetap dilakukan dengan pengawasan ketat sesuai aturan yang berlaku.
“Distribusi sapi tujuan Kalimantan, Jakarta, dan sejumlah daerah lain tetap berjalan dengan pengawasan ketat sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.
Sumber: Berita Jatim











