RBN || Jakarta
Dalam upaya memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan kerja sama strategis dengan pemerintah, Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta melakukan audiensi ke Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI di Jalan MH Thamrin No. 6 Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).
Rombongan STAH Dharma Nusantara Jakarta dipimpin langsung oleh Ketua STAH DN Jakarta, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, bersama enam orang delegasi kampus. Kehadiran rombongan diterima secara hangat oleh Direktur Pendidikan Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H., beserta jajaran dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban.
Dalam audiensi tersebut, pihak STAH DN Jakarta menyampaikan berbagai langkah persiapan menuju akreditasi institusi yang akan berakhir pada tahun 2027. Ketua STAH DN Jakarta, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, menjelaskan bahwa kampusnya tengah melakukan berbagai penyesuaian dan penguatan sistem menyusul diterbitkannya Peraturan BAN-PT Nomor 39 Tahun 2025 terkait regulasi akreditasi perguruan tinggi.
“Kami saat ini sedang mempersiapkan diri untuk akreditasi institusi yang akan berakhir pada tahun 2027. Dengan adanya regulasi baru dari BAN-PT, tentu banyak hal yang harus kami penuhi, seperti penguatan SPMI, integrasi sistem Sister dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, serta berbagai aspek tata kelola lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi tata kelola perguruan tinggi menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi Hindu agar semakin adaptif dan kompetitif di tingkat nasional.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pendidikan Hindu, Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, menegaskan komitmen Direktorat Jenderal Bimas Hindu untuk mendukung proses persiapan akreditasi STAH DN Jakarta. Ia menilai akreditasi memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu eksternal perguruan tinggi.
“Akreditasi merupakan sistem penjaminan mutu eksternal yang bertujuan menentukan kelayakan program studi dan perguruan tinggi berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Selain itu, akreditasi juga menjadi instrumen untuk menjamin mutu akademik maupun nonakademik demi melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat,” jelasnya.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dan cair. Forum tanya jawab yang berlangsung selama hampir tiga jam itu beberapa kali diselingi gelak tawa, mencerminkan hubungan harmonis antara dunia pendidikan tinggi Hindu dan pemerintah.
Tidak hanya membahas persoalan teknis dan pengembangan institusi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang mempererat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.
Menjelang siang, seluruh peserta audiensi diajak melaksanakan persembahyangan bersama sebelum akhirnya menutup kegiatan dengan santap siang bersama.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat sinergi antara STAH Dharma Nusantara Jakarta dengan Direktorat Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama RI, khususnya dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi Hindu yang berdaya saing, adaptif terhadap perubahan regulasi, dan tetap berlandaskan nilai-nilai spiritual serta budaya nusantara.
Reportase: Agung Patera











