Serangan Israel Kembali Guncang Lebanon, 16 Orang Tewas dan Sekolah Rusak

  • Share
Serangan yang dilakukan Israel ke Beirut, Lebanon. (Foto: Anadolu)

RBN || Beirut

Serangan udara dan pesawat tak berawak Israel kembali menghantam sejumlah wilayah di Lebanon selatan dan timur. Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas, sementara 21 lainnya mengalami luka-luka dalam rangkaian serangan yang terjadi di tengah berlangsungnya gencatan senjata.

Pejabat Lebanon menyebut serangan terbaru itu turut menyasar tenaga medis dan fasilitas sipil.

“Termasuk menjadi korban serangan ini adalah paramedis, dan merusak sebuah sekolah,” kata pejabat Lebanon pada Rabu, dikutip dari Anadolu, Kamis 7 Mei 2026.

Menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), dua orang tewas akibat serangan drone Israel di kota Mefdoun. Serangan udara lainnya juga menghantam wilayah antara Zawtar al-Sharqiya dan Zawtar al-Gharbiya.

“Dua orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak di kota Mefdoun, sementara serangan udara tambahan menargetkan daerah antara Zawtar al-Sharqiya dan Zawtar al-Gharbiya,” lapor NNA.

Di wilayah Bekaa Barat, empat orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah rumah milik kepala dewan kota di Zellaya menjadi sasaran serangan udara. Tiga orang lainnya terluka, sementara proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung.

Serangan lain juga menargetkan sebuah kendaraan di antara Zawtar al-Sharqiya dan Mifdoun, Lebanon selatan. Insiden itu menyebabkan dua orang tewas di lokasi.

Tak hanya warga sipil, tim medis juga ikut terdampak. NNA melaporkan sebuah drone Israel menyerang paramedis yang berafiliasi dengan Otoritas Kesehatan Islam di Deir Kifa.

“Sebuah drone Israel menargetkan paramedis yang berafiliasi dengan Otoritas Kesehatan Islam di kota Deir Kifa, melukai tiga di antaranya, yang kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat,” demikian laporan NNA.

Sementara itu, satu orang dilaporkan tewas dalam serangan udara di kota Aadchit, distrik Nabatieh.

Korban juga jatuh di wilayah Saksakiyeh, daerah Zahrani. Awalnya, NNA melaporkan lima orang tewas dan 15 lainnya terluka. Namun, Kementerian Kesehatan Lebanon kemudian memperbarui data korban.

Kementerian menyatakan bahwa serangan di Saksakiyeh menyebabkan empat orang meninggal dunia dan 33 lainnya luka-luka, termasuk enam anak-anak dan empat perempuan.

Di distrik Tyre, tim pertahanan sipil menemukan dua jenazah dari sebuah kendaraan yang hancur akibat serangan di jalan al-Haddathiya, dekat Sekolah Menengah al-Siraj, antara Wadi Jilo dan Tayr Debba.

Selain menimbulkan korban jiwa, serangan Israel juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Jet tempur Israel menggempur sejumlah kota, termasuk Rishknaniyah, Safad al-Battikh, Baraachit, dan Qallawiyeh. Serangan tersebut merusak berat gedung sekolah di Burj Qallawiyeh.

NNA juga melaporkan sebuah rumah warga di kawasan Bir Zbib, kota Doueir, distrik Nabatieh, hancur total akibat serangan udara Israel.

Sehari sebelumnya, militer Israel disebut melancarkan sekitar 60 serangan di berbagai wilayah Lebanon yang menewaskan lima orang dan melukai sejumlah lainnya.

Padahal, gencatan senjata telah diumumkan sejak 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei. Namun, serangan harian dan penghancuran rumah warga di sejumlah desa di Lebanon selatan masih terus terjadi.

Berdasarkan data resmi terbaru, sejak 2 Maret serangan Israel di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.715 orang dan melukai 8.353 lainnya. Konflik tersebut juga memaksa lebih dari 1,6 juta warga mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Israel hingga kini masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk area yang telah dikuasai selama beberapa dekade serta wilayah tambahan yang direbut sejak perang 2023–2024. Dalam konflik terbaru, pasukan Israel disebut telah bergerak sekitar 10 kilometer masuk ke wilayah perbatasan Lebanon selatan.

Sumber: Metro Tv News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *