RBN || Moskow
Rusia melaporkan adanya serangan besar-besaran drone Ukraina yang terjadi pada Rabu malam hingga Kamis pagi, (7/5/2026). Pemerintah Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh ratusan drone, termasuk puluhan drone yang disebut mengarah ke ibu kota Moskow.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan sedikitnya 50 drone berhasil dihancurkan sebelum mencapai wilayah ibu kota.
Melalui unggahan di Telegram, Sobyanin menyebut petugas darurat langsung diterjunkan ke sejumlah lokasi yang terkena puing-puing drone.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pihaknya berhasil mencegat sedikitnya 427 drone Ukraina hingga Kamis pagi. Pemerintah Rusia hanya mengumumkan jumlah drone yang berhasil dihancurkan tanpa menjelaskan dampak serangan secara rinci.
Di sisi lain, Ukraina mengatakan Rusia juga terus melakukan serangan udara sepanjang malam. Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan 102 drone ke wilayah Ukraina dan 92 di antaranya berhasil ditembak jatuh atau dilumpuhkan.
Menurut pihak Ukraina, delapan drone lainnya menghantam enam lokasi berbeda.
Layanan Darurat Ukraina melaporkan sedikitnya empat orang terluka akibat serangan Rusia di wilayah Dnipropetrovsk, satu orang terluka di wilayah Sumy, dan tujuh orang termasuk dua anak-anak mengalami luka-luka di Kharkiv.
Serangan antara kedua negara masih terus berlangsung meski Rusia dan Ukraina sama-sama sempat mengumumkan gencatan senjata sementara.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menetapkan gencatan senjata sepihak pada 8 hingga 9 Mei untuk memperingati “Hari Kemenangan”, perayaan tahunan kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kemudian menyatakan Ukraina juga akan melakukan penghentian serangan selama 24 jam mulai tengah malam 5 Mei.
Namun, Zelenskyy menilai Rusia tidak menjalankan gencatan senjata tersebut dan tetap melancarkan serangan rudal, drone, serta operasi militer di garis depan.
“Kami dapat memastikan bahwa pihak Rusia telah melanggar gencatan senjata,” kata Zelenskyy dalam pernyataannya pada Rabu.
Ia mengatakan Ukraina akan menentukan langkah selanjutnya sesuai tindakan Rusia.
“Ukraina sudah menegaskan bahwa kami akan merespons dengan cara yang sama, mengingat Rusia juga meminta gencatan senjata saat parade di Moskow berlangsung,” ujar Zelenskyy.
Pernyataan itu merujuk pada parade militer besar yang akan digelar di Lapangan Merah Moskow pada 9 Mei.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan akan melakukan “serangan balasan besar-besaran ke pusat Kyiv” jika Ukraina menyerang perayaan Hari Kemenangan.
Pada Kamis, Zelenskyy kembali mengkritik Rusia karena masih terus menyerang wilayah Ukraina.
“Rusia terus membunuh warga sipil, tetapi hanya peduli pada beberapa jam ketenangan di sebagian wilayah Moskow,” kata Zelenskyy.
Ia menegaskan Ukraina siap merespons serangan Rusia, tetapi juga membuka peluang diplomasi jika Moskow bersedia menghentikan konflik.
“Jika Rusia siap menuju jalur diplomasi, maka kami juga akan menempuh jalan diplomasi,” ujarnya.
Sumber: ABC News











