Pemerintah Irlandia Turunkan Pajak Bahan Bakar Usai Gelombang Protes Nasional

  • Share
Foto: Sky News

RBN || Dublin

Pemerintah Irlandia mengumumkan sejumlah langkah untuk meredam tekanan akibat lonjakan harga bahan bakar yang memicu aksi protes besar di berbagai wilayah negara tersebut.

Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, menyampaikan bahwa pemerintah akan menurunkan kembali bea bahan bakar serta menunda kenaikan pajak karbon. Paket kebijakan ini diperkirakan menelan biaya sekitar 505 juta euro, di luar 250 juta euro yang sebelumnya telah diumumkan hampir tiga minggu lalu.

Pengumuman tersebut disampaikan setelah rapat darurat kabinet yang digelar pada Minggu, menyusul situasi yang semakin memanas akibat aksi demonstrasi.

Gelombang protes yang dipimpin oleh sopir truk, petani, dan pekerja sektor pertanian telah berlangsung selama sepekan terakhir dan menyebabkan gangguan besar di berbagai wilayah Irlandia. Para demonstran menuntut penurunan harga bahan bakar yang dinilai membebani usaha mereka hingga berpotensi menyebabkan kebangkrutan.

Aksi tersebut bahkan sempat melumpuhkan distribusi bahan bakar secara nasional. Aparat kepolisian kemudian meningkatkan respons dengan melakukan pembubaran blokade di sejumlah titik.

Di Dublin, polisi melakukan operasi malam hari untuk membubarkan blokade di pusat kota, termasuk di Jalan O’Connell, dengan memindahkan traktor dan truk yang menghalangi jalan utama.

Operasi serupa juga dilakukan di pelabuhan Galway, di mana aparat menggunakan kendaraan militer untuk merobohkan penghalang yang dibuat oleh para demonstran.

Komisaris Polisi Irlandia, Justin Kelly, menegaskan bahwa aksi blokade tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Ini bukan bentuk protes yang sah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa blokade tersebut telah berdampak serius terhadap layanan publik.

“Aksi ini telah menyebabkan kekurangan bahan bakar yang secara langsung berdampak pada layanan darurat seperti rumah sakit, layanan ambulans, dan pemadam kebakaran, serta dunia usaha dan masyarakat umum,” katanya.

Kelly juga menyebut pihak kepolisian telah memberikan peringatan sebelum mengambil tindakan tegas.

“Kami telah memberikan peringatan yang adil kepada para pemblokir bahwa kami akan melakukan penegakan hukum, namun mereka memilih untuk mengabaikannya dan terus menyandera negara,” tegasnya.

Di sisi lain, salah satu perwakilan petani dalam aksi di Dublin, Christopher Duffy, mengklaim bahwa aparat bertindak secara tiba-tiba terhadap para demonstran.

“Kami disergap semalam,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa para peserta aksi terpaksa membubarkan diri setelah polisi mengancam akan menarik kendaraan mereka.

“Jika kendaraan ditarik tanpa mesin menyala, itu bisa merusaknya,” kata Duffy.

“Jadi kami tidak punya pilihan, secara finansial kami harus memindahkan kendaraan,” tambahnya.

Pemerintah Irlandia berharap kebijakan penurunan biaya ini dapat meredakan ketegangan dan mengakhiri gangguan yang terjadi. Namun, sejumlah pejabat mengaku kebingungan dengan tuntutan para demonstran, mengingat kenaikan harga bahan bakar dipicu oleh faktor global, termasuk konflik di Timur Tengah.

Perdana Menteri Micheal Martin bahkan menyebut aksi blokade tersebut sebagai langkah yang tidak rasional.

Ia memperingatkan bahwa situasi ini berpotensi mengganggu pasokan energi nasional jika kapal pengangkut bahan bakar mulai ditolak di pelabuhan.

Dengan langkah kebijakan terbaru ini, pemerintah berharap stabilitas dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Sumber: Sky News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *