RBN || Teheran
Pemerintah Iran mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil tindakan setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat memicu ketegangan baru terkait situasi demonstrasi di negara tersebut. Iran menilai langkah tersebut sebagai bentuk intervensi serius terhadap urusan dalam negeri mereka.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam surat resminya kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Dewan Keamanan PBB, menegaskan bahwa Amerika Serikat telah berupaya memicu eskalasi konflik di Iran. Ia menyebut tindakan tersebut tidak hanya memperkeruh situasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kekerasan yang lebih luas.
“Amerika Serikat telah mencoba mengubah protes damai di Iran menjadi kekerasan, kerusuhan, dan pertumpahan darah,” ujar Iravani dalam surat tersebut yang dilaporkan media Iran, Press TV, Selasa (7/4/2026).
Pernyataan itu muncul setelah pengakuan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut Washington telah mengirim senjata ke Iran. Trump mengatakan senjata tersebut dimaksudkan untuk diberikan kepada masyarakat agar dapat melawan pihak yang dianggap sebagai penindas, meski ia tidak merinci lebih lanjut pihak yang dimaksud.
Iran menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Dalam suratnya, Iravani menegaskan bahwa tindakan mempersenjatai kelompok di negara lain merupakan bentuk dukungan terhadap kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dalam hukum global.
Lebih lanjut, Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan, termasuk korban sipil dan kerusakan infrastruktur yang terjadi selama gelombang protes. Mereka juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk secara tegas mengutuk pernyataan dan tindakan tersebut serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sumber: Detik News











