RBN || Lampung Barat
Tradisi Sekura yang menjadi warisan budaya khas masyarakat Lampung Barat kembali digelar dengan meriah pada momen Idulfitri 2026 dan berhasil menarik ribuan warga untuk turun ke jalan dalam suasana penuh kegembiraan, perhelatan ini merupakan pesta rakyat yang telah berlangsung secara turun temurun sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat mengenakan berbagai jenis topeng khas yang disebut sekura serta kostum berwarna warni sehingga menciptakan suasana unik dan semarak di sepanjang jalan desa.
Tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memiliki makna sosial yang kuat karena menghadirkan interaksi antarwarga tanpa memandang status sosial, di mana semua peserta dapat berbaur secara bebas dalam balutan identitas yang disamarkan oleh topeng.
Selain itu, dalam rangkaian kegiatan juga terdapat berbagai atraksi seperti arak arakan, pertunjukan seni, hingga kegiatan khas seperti panjat pinang yang menjadi pusat perhatian masyarakat, antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran warga lokal hingga perantau yang sengaja pulang kampung untuk mengikuti tradisi tahunan ini.
Sekura sendiri dikenal sebagai salah satu simbol identitas budaya Lampung Barat yang terus dijaga keberlangsungannya di tengah arus modernisasi, bahkan tradisi ini telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu menarik minat pengunjung dari luar daerah.
Pemerintah daerah pun terus mendorong pelestarian Sekura dengan melibatkan generasi muda agar nilai nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan tidak tergerus zaman.
Secara keseluruhan, kemeriahan tradisi Sekura tidak hanya mencerminkan semangat perayaan Lebaran, tetapi juga menjadi bukti kuat bahwa budaya lokal masih memiliki daya tarik besar dan mampu menyatukan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan yang hangat dan penuh makna.
Sumber: Berita Satu











