Serangan Kapal Tanker di Teluk Perparah Gangguan Pasokan Minyak Dunia

  • Share
Kapal tanker asing pengangkut bahan bakar minyak Irak terbakar dan rusak di perairan dekat Basra setelah serangan tak dikenal menargetkan dua kapal tanker. Foto: REUTERS/Mohammed Aty

RBN || Jakarta

Angkatan laut Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker di pelabuhan Irak pada Kamis (12/3/2026). Insiden ini dinilai semakin memperpanjang gangguan terhadap pasokan energi global yang sudah terdampak oleh konflik di kawasan Timur Tengah.

Laporan tersebut disampaikan sejumlah media internasional yang menyebut serangan dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel. Beberapa jam sebelum serangan di Irak, Iran juga dilaporkan menghantam tiga kapal lain di kawasan Teluk.

Kelompok militer elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Salah satu kapal yang diserang dilaporkan membawa muatan barang curah dari Thailand yang bersifat mudah terbakar. Sementara sebuah kapal kontainer lain disebut terkena proyektil tak dikenal di dekat wilayah perairan Uni Emirat Arab.

Serangan ini terjadi di tengah perang yang meletus sejak 28 Februari 2026 antara Iran dan koalisi AS-Israel. Konflik tersebut telah melibatkan sejumlah negara di kawasan Teluk, termasuk Kuwait, Bahrain, dan Oman. Kelompok milisi Hezbollah dari Lebanon juga dilaporkan ikut terlibat dengan meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel.

Ketegangan yang terus meningkat membuat pasar energi global terguncang. Harga minyak dunia tercatat melonjak hingga menembus US$100 per barel, salah satu lonjakan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Situasi semakin rumit setelah Iran melarang pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Selain sektor energi, sektor keuangan juga mulai terdampak. Beberapa lembaga perbankan internasional mengambil langkah antisipatif dengan menutup sementara operasional di kawasan Teluk. Citibank dilaporkan menghentikan sementara operasional sejumlah kantor cabangnya di Uni Emirat Arab, sementara HSBC juga menutup kantor cabangnya di Qatar.

Para pengamat menilai eskalasi konflik ini berpotensi memperbesar ketidakstabilan ekonomi global, terutama karena kawasan Teluk merupakan pusat penting distribusi energi dunia.

Sumber: Detikfinance

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *