Pemkot Surabaya Siapkan Sistem Bayar Parkir Pakai Voucher, Transaksi Tunai Akan Dihapus

  • Share
Foto: Kompas.com

RBN || Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya tengah menyiapkan penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai berbasis voucher yang akan diberlakukan secara menyeluruh di berbagai titik parkir tepi jalan umum sebagai upaya meningkatkan transparansi dan mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah.

Dalam skema ini, masyarakat nantinya diwajibkan membeli voucher parkir terlebih dahulu sebelum digunakan saat parkir, sehingga saat melakukan pembayaran cukup menyerahkan lembar voucher kepada petugas tanpa perlu transaksi uang tunai secara langsung.

Sistem ini dirancang untuk menggantikan metode pembayaran konvensional yang selama ini dinilai kurang efektif dalam pengawasan dan rawan penyimpangan di lapangan.

Pemerintah Kota Surabaya bahkan menegaskan bahwa setelah sistem voucher resmi diberlakukan, pembayaran parkir secara tunai akan dilarang sepenuhnya, sehingga seluruh transaksi harus melalui mekanisme non-tunai tersebut.

Kebijakan ini saat ini telah memasuki tahap akhir pengadaan dan direncanakan akan segera diimplementasikan secara serentak di seluruh titik parkir tepi jalan, sehingga diharapkan dapat langsung memberikan dampak signifikan terhadap tata kelola parkir di kota tersebut.

Selain meningkatkan transparansi, sistem voucher juga dinilai dapat mempermudah masyarakat karena proses pembayaran menjadi lebih cepat dan praktis tanpa perlu menyiapkan uang pas atau khawatir terhadap tarif yang tidak sesuai.

Di sisi lain, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya digitalisasi layanan publik yang terus didorong oleh pemerintah daerah guna menciptakan sistem yang lebih modern, efisien, dan akuntabel.

Dengan adanya perubahan ini, petugas parkir nantinya akan berperan lebih sebagai pengelola layanan daripada penerima pembayaran langsung, sehingga pengawasan dapat dilakukan dengan lebih ketat melalui sistem distribusi dan penggunaan voucher.

Kebijakan ini pun diharapkan mampu mengurangi praktik pungutan liar serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan parkir oleh pemerintah.

Meski demikian, pemerintah juga perlu memastikan kesiapan distribusi voucher serta sosialisasi kepada masyarakat agar implementasi berjalan lancar dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Dengan rencana penghapusan transaksi tunai dan beralih sepenuhnya ke sistem voucher, Surabaya menjadi salah satu daerah yang mulai menerapkan inovasi dalam pengelolaan parkir berbasis non-tunai, yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam meningkatkan tata kelola pelayanan publik yang lebih transparan dan efisien.

Sumber: Kompas.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *