Pejabat Militer Iran Dikabarkan Tewas, Konflik AS-Israel dengan Iran Kian Memanas

  • Share
Foto: AFP

RBN || Teheran

Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah muncul laporan terbaru mengenai tewasnya sejumlah pejabat militer Iran dalam serangan yang diduga dilakukan Israel.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bahwa Ali Larijani telah “dieliminasi tadi malam”. Namun, hingga saat ini kabar tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak Iran.

Sebelumnya, pada Selasa, militer Israel juga menyatakan bahwa Gholamreza Soleimani, yang menjabat sebagai kepala pasukan paramiliter Basij di bawah Garda Revolusi Iran, tewas dalam serangan di Teheran pada Senin.

Rangkaian laporan ini muncul kurang dari tiga minggu setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei yang telah memimpin Iran sejak 1989 itu tewas dalam serangan yang memicu perang besar di kawasan.

Pasca kematian Khamenei, posisi pemimpin tertinggi Iran digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei. Namun, kondisi dan keberadaan Mojtaba hingga kini masih menjadi spekulasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyebut ketidakpastian tersebut.

“Kami tidak tahu… apakah dia masih hidup atau tidak,” ujar Trump pada Senin (16/3/2026).

Konflik yang terus berlangsung ini telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang besar. Ratusan orang dilaporkan tewas dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi, terutama di wilayah Lebanon dan Iran.

Selain itu, ketegangan juga berdampak pada sektor energi global. Harga minyak dunia melonjak setelah Iran melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak mentah dan gas alam cair dunia.

Pada Selasa pagi, harga minyak tercatat naik lebih dari lima persen. Kenaikan ini juga dipicu oleh sikap sejumlah negara yang menolak permintaan Presiden Trump untuk turut serta dalam menjaga keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi mengguncang ekonomi global, khususnya sektor energi.

Sumber: France24

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *