PBSI Raih Penghargaan Asia, Fadil Imran: Perkuat Reformasi Tata Kelola Bulu Tangkis

  • Share
Ketua Umum PP PBSI Muhammad Fadil Imran. (Foto: ANTARA/HO-PBSI)

RBN || Jakarta

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) meraih penghargaan Meritorious Award kategori Governance and Leadership dalam ajang Badminton Asia Awards 2026. Penghargaan ini dinilai menjadi penguat komitmen organisasi dalam melakukan reformasi tata kelola dan penguatan ekosistem bulu tangkis nasional.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan Badminton Asia Executive Committee Meeting, Annual General Meeting (AGM), Badminton Asia Awards, serta Gala Dinner yang digelar di Bali pada 27–28 Maret 2026. Acara ini turut dihadiri Presiden Badminton World Federation (BWF) Khunying Patama Leeswadtrakul, Presiden Badminton Asia Kim Jong Soo, serta perwakilan federasi bulu tangkis dari berbagai negara di Asia.

Ketua Umum PP PBSI, Muhammad Fadil Imran, yang juga menjabat sebagai Vice President Badminton Asia, menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan bulu tangkis Indonesia.

“Ini bukan capaian individu, tetapi hasil kerja kolektif seluruh ekosistem bulutangkis Indonesia, dari atlet, pelatih, pengurus, hingga para pemangku kepentingan,” ujar Fadil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Fadil menegaskan bahwa bulu tangkis saat ini menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan di tengah perkembangan teknologi digital dan semakin beragamnya pilihan hiburan. Oleh karena itu, diperlukan langkah adaptif agar olahraga ini tetap diminati, khususnya oleh generasi muda.

Menurutnya, PBSI memiliki tiga fokus utama ke depan, yakni menjaga relevansi bulu tangkis agar lebih dekat dengan generasi muda, memperkuat inklusivitas agar olahraga ini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, serta membangun fondasi masa depan melalui tata kelola yang transparan, profesional, dan inovatif.

Selain itu, PBSI juga terus mendorong pemanfaatan sport science dalam pembinaan atlet serta meningkatkan keterlibatan digital untuk memperkuat interaksi dengan penggemar bulu tangkis.

Sebagai negara dengan tradisi prestasi yang kuat, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk terus berinovasi agar tetap kompetitif di tingkat global.

Fadil menegaskan bahwa masa depan bulu tangkis tidak dapat dibangun secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antarnegara.

“Masa depan bulu tangkis ditentukan oleh kolaborasi, dengan berbagi pengetahuan, membangun kepercayaan, dan melangkah bersama,” tuturnya.

Penghargaan ini diharapkan menjadi momentum bagi PBSI untuk terus memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menjaga prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.

Sumber: Antara News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *