RBN || Jakarta
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyerukan dukungan internasional untuk menghadapi Iran, menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ia memperingatkan bahwa kemampuan militer Iran kini berpotensi menjangkau wilayah yang lebih luas, termasuk Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat meninjau lokasi serangan rudal Iran di kota Arad pada Minggu waktu setempat. Ia menilai serangan dalam 48 jam terakhir menjadi bukti nyata bahwa ancaman Iran tidak lagi bersifat regional, melainkan global.
“Mereka memiliki kapasitas untuk menjangkau jauh, bahkan ke Eropa. Ini ancaman bagi semua,” ujar Netanyahu.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu mendesak para pemimpin dunia untuk bersatu menghadapi situasi yang kian memanas. Ia juga meminta dukungan terhadap operasi militer Israel yang disebut “Operation Roaring Lion” atau “Epic Fury”.
Menurutnya, respons militer Israel dilakukan secara tegas, namun tetap berupaya menghindari korban sipil. Meski demikian, serangan rudal Iran pada Sabtu dilaporkan menyebabkan puluhan orang terluka serta kerusakan signifikan di wilayah Arad.
Netanyahu turut mengimbau warga Israel untuk tetap waspada dan segera mencari perlindungan saat terjadi serangan. Sejumlah pejabat pemerintah juga turun langsung ke lokasi terdampak.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich memastikan bantuan akan segera disalurkan kepada warga yang terdampak, dengan proses yang dipercepat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan perang”, menuding Iran sengaja menargetkan warga sipil.
Di tengah situasi tersebut, kritik juga muncul dari dalam negeri. Politisi oposisi Yair Golan menilai Netanyahu memperpanjang konflik demi kepentingan politik, termasuk menunda agenda pemilu.
Namun, Presiden Isaac Herzog menyatakan optimisme bahwa konflik pada akhirnya akan mereda, meskipun mengakui proses menuju perdamaian tidak dapat terjadi secara instan.
Ketegangan antara Israel dan Iran terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, memicu kekhawatiran dunia akan potensi eskalasi yang lebih luas. Situasi ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga berisiko meluas ke wilayah lain, termasuk Eropa.
Seruan Netanyahu menjadi sinyal bahwa konflik ini semakin membutuhkan perhatian dan respons kolektif dari komunitas internasional guna mencegah krisis yang lebih besar.
Sumber: CNN Indonesia











