Militer Israel Perkirakan AS Akan Serang Iran dalam 2 Bulan, Ketegangan Kawasan Meningkat

  • Share
Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir percaya bahwa AS akan lancarkan serangan militer terhadap Iran dalam waktu dua minggu hingga dua bulan ke depan. (Foto/IDF)

RBN || Israel

Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF), Eyal Zamir, memperkirakan Amerika Serikat akan melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam rentang waktu dua minggu hingga dua bulan ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Zamir dalam rapat penilaian situasi internal dan dikutip Army Radio Israel. Menurut Zamir, situasi saat ini berada dalam fase penuh ketidakpastian, meski ia menilai serangan AS tidak akan terjadi dalam hitungan hari.

Media Israel juga melaporkan bahwa Washington tidak sepenuhnya berbagi rencana strategisnya dengan Tel Aviv. Kondisi ini memicu kekhawatiran di pihak Israel, terutama terkait kemungkinan kesepakatan nuklir antara AS dan Iran yang dinilai belum tentu mencakup isu rudal balistik Teheran.

Laporan The Times of Israel menyebutkan, Zamir telah melakukan serangkaian komunikasi intensif dengan pejabat Amerika Serikat sepanjang akhir pekan lalu untuk membahas potensi operasi militer terhadap Iran. Pekan sebelumnya, ia juga bertemu dengan komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, di Israel sebagai bagian dari koordinasi keamanan kedua negara.

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman tindakan militer terhadap Iran, menyusul gelombang protes anti-pemerintah di negara tersebut sejak akhir Desember. Pemerintah Iran pun telah memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh.

Selain risiko eskalasi konflik, Israel juga menghadapi ancaman beban ekonomi besar. Surat kabar bisnis Israel, The Calcalist, memperkirakan biaya perang melawan Iran bisa menembus 30 miliar shekel atau sekitar USD 9,8 miliar, hanya untuk kebutuhan militer.

Mantan penasihat ekonomi kepala staf IDF, Ram Aminach, menyebut bahkan tanpa serangan langsung sekalipun, Israel tetap harus menanggung biaya pertahanan udara yang bisa mencapai miliaran shekel. Sementara Sasson Hadad, mantan penasihat Angkatan Darat Israel, memperkirakan perang skala penuh dapat menghabiskan dana hingga 25 miliar shekel, tergantung durasi dan intensitas konflik.

Situasi ini mengingatkan kembali pada konflik singkat pertengahan tahun lalu, ketika Israel, dengan dukungan AS, terlibat perang selama 12 hari melawan Iran yang diakhiri dengan serangan balasan drone dan rudal dari Teheran sebelum akhirnya diumumkan gencatan senjata.

Sumber: SindoNews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *