Madrasah dan Pesantren Jadi Satuan Pendidikan Aman Bencana

  • Share
Kepala Kanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha bersama Kepala Basarnas Manado George L. M. Randang menandatangani kerja sama penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di madrasah dan pesantren Sulawesi Utara.

RBN || Manado

Madrasah dan pondok pesantren di Sulawesi Utara diperkuat menjadi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Ini menjadi komitmen bersama antara Kemenag dan Basarnas.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Ulyas Taha bersama Kepala Basarnas Kelas A Manado, George L. M. Randang.

“Kesadaran bencana harus ditanamkan sejak dini. Melalui pelatihan dan pendampingan, kita berharap seluruh elemen pendidikan mampu bersikap waspada dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Ulyas Taha di Aula Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Rabu (29/04/2026).

Ulyas menjelaskan bahwa program SPAB akan menyasar seluruh lembaga pendidikan di bawah Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, termasuk madrasah dan pondok pesantren. Menurutnya, inisiatif yang saat ini dimulai oleh Bidang Pendidikan Islam akan terus diperluas ke seluruh unit kerja.

“Saat ini Bidang Pendis memulai, tetapi ke depan akan melibatkan seluruh unit kerja. Kita ingin membangun konektivitas yang kuat agar edukasi dan kesiapsiagaan bencana menjadi budaya bersama,” jelas Ulyas.

Kepala Basarnas Kelas A Manado, George L. M. Randang menyatakan komitmen Basarnas dalam mendukung peningkatan kapasitas satuan pendidikan melalui pelatihan teknis dan simulasi kebencanaan. Ia menegaskan bahwa keterampilan dasar penyelamatan dan evakuasi menjadi bekal penting bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

“Kami siap bersinergi untuk membekali para pendidik dan peserta didik dengan keterampilan dasar penyelamatan dan evakuasi. Ini penting agar ketika terjadi bencana, mereka tidak panik, tetapi mampu bertindak cepat dan tepat,” ungkapnya.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi tonggak awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh bencana di Sulawesi Utara. Melalui sinergi ini, madrasah dan pondok pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga ruang aman yang mampu melindungi seluruh warganya dari risiko bencana.

___

sumber: Kemenag RI

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *