RBN || Jakarta
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengajak organisasi mahasiswa lintas agama dan ideologi untuk terus memperkuat persatuan, harmoni, dan semangat pengabdian bagi bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan “Diskusi Kebangsaan Lintas Organisasi Mahasiswa” yang digelar di Gedung MPR RI, Jakarta, pada Minggu (24/5/2026).
Dalam sambutannya, Ibas menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh terpecah karena perbedaan, melainkan harus menjadi bangsa yang kuat karena mampu menjaga keberagaman dan persatuan. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai organisasi mahasiswa seperti HMI, GMNI, IMM, KMHDI, PMII, GMKI, PMKRI, KAMMI, dan HIKMAHBUDHI yang bersama-sama membahas isu kebangsaan, demokrasi, pendidikan, hingga tantangan sosial di era digital.
Ibas menilai generasi muda memiliki peran penting sebagai kekuatan moral bangsa yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dan berorientasi pada pengabdian masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tantangan dunia saat ini semakin berat, mulai dari konflik geopolitik, ketimpangan ekonomi, krisis pangan dan energi, hingga ancaman polarisasi sosial akibat arus informasi yang tidak terkendali di media digital. Karena itu, mahasiswa diminta tetap menjaga idealisme sekaligus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan negara.
Dalam forum tersebut, Ibas juga mengajak mahasiswa untuk memperkuat literasi digital, menjaga ruang dialog demokratis, serta terus mengawal kebijakan pemerintah secara konstruktif. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi kelompok pengkritik, tetapi juga harus mampu menjadi motor perubahan sosial melalui aksi nyata dan kontribusi langsung di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa sejarah bangsa Indonesia selalu melibatkan peran mahasiswa dalam berbagai momentum penting, mulai dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga Reformasi 1998.
Selain berdialog dengan mahasiswa, Ibas juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan generasi muda Indonesia. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat agar mahasiswa terus melanjutkan pendidikan, meningkatkan kapasitas diri, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
Para peserta diskusi pun turut menyampaikan berbagai aspirasi terkait pemerataan pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta pentingnya menjaga demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.
Menutup sambutannya, Ibas mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk terus merajut kebangsaan dengan semangat persatuan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Ia berharap organisasi mahasiswa dapat terus menjadi penjaga masa depan bangsa melalui kolaborasi, kreativitas, serta pengabdian nyata kepada masyarakat dan negara.
Sumber: Detik News











