RBN || Kuala Lumpur
Pemerintah Malaysia kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul gejolak pasar energi global akibat konflik di Timur Tengah. Kenaikan ini terjadi selama dua pekan berturut-turut sebagai langkah menjaga keseimbangan antara harga domestik dan kondisi internasional.
Mengacu pada kebijakan terbaru Kementerian Keuangan Malaysia, harga bensin RON97 mengalami lonjakan signifikan sebesar 70 sen menjadi 4,55 ringgit per liter. Sementara itu, harga solar di Semenanjung Malaysia naik 80 sen dan mencetak rekor baru di angka 4,72 ringgit per liter.
Penyesuaian harga ini berlaku mulai 20 Maret hingga 25 Maret 2026.
Di tengah kenaikan tersebut, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat. Harga bensin subsidi RON95 tetap berada di angka 1,99 ringgit per liter, sementara RON95 nonsubsidi tidak mengalami perubahan di 3,27 ringgit per liter.
Untuk wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan, harga solar juga dijaga stabil pada 2,15 ringgit per liter, sebagai upaya menjaga keseimbangan ekonomi di kawasan tersebut.
Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan kelompok berpenghasilan rendah dan menengah tidak terdampak langsung oleh lonjakan harga energi global.
Kenaikan harga BBM ini tidak lepas dari meningkatnya tensi geopolitik, khususnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang turut memicu ketidakpastian pasokan minyak dunia.
Pemerintah Malaysia menilai penyesuaian harga secara bertahap diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang, sekaligus memastikan sistem subsidi tetap tepat sasaran.
Di tengah situasi energi global yang tidak menentu, kebijakan ini menjadi bentuk upaya pemerintah menyeimbangkan kepentingan fiskal dengan perlindungan sosial. Pemantauan terhadap pergerakan harga minyak dunia pun akan terus dilakukan secara intensif.
Dengan strategi ini, Malaysia berupaya menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus memastikan masyarakat tetap terlindungi dari tekanan kenaikan biaya hidup yang tajam.
Sumber: Detik Finance











