RBN || Newark
Sebuah penerbangan United Airlines dari Amerika Serikat menuju Spanyol terpaksa kembali ke bandara asal setelah muncul dugaan ancaman keamanan dari perangkat Bluetooth yang terdeteksi menggunakan nama “bom”.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) dalam penerbangan United Airlines 236 yang berangkat dari Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey, menuju Palma de Mallorca, Spanyol.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari NY Post, pesawat lepas landas sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Namun, saat berada di perjalanan, awak pesawat menerima informasi mengenai keberadaan perangkat Bluetooth mencurigakan yang muncul dengan nama “bom”.
Menyusul temuan tersebut, petugas keamanan memutuskan mengambil langkah pencegahan dengan menginstruksikan pesawat untuk kembali ke Bandara Internasional Newark. Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat sekitar pukul 21.30 waktu setempat.
Setelah pesawat kembali ke darat, seluruh penumpang diminta mematikan perangkat elektronik mereka guna membantu proses pemeriksaan. Namun, sinyal perangkat yang menggunakan nama mencurigakan tersebut masih terdeteksi.
Hasil penyelidikan kemudian mengungkap bahwa perangkat itu ternyata merupakan gelang kebugaran Fitbit milik seorang remaja berusia 16 tahun yang berada di dalam pesawat. Perangkat tersebut diketahui telah diberi nama “bom” oleh pemiliknya.
“Penerbangan United 236 dari Newark ke Palma De Mallorca, Spanyol, telah kembali dengan selamat ke Newark untuk mengatasi potensi masalah keamanan,” kata juru bicara United Airlines pada Minggu (31/5/2026).
Ia menambahkan bahwa setelah pemeriksaan selesai dilakukan, penerbangan tersebut akhirnya kembali melanjutkan perjalanan menuju Palma de Mallorca dengan awak kabin yang baru.
“Penerbangan tersebut melanjutkan perjalanan ke Palma De Mallorca dengan awak kabin baru,” lanjutnya.
Pihak maskapai menyerahkan proses penyelidikan lebih lanjut kepada aparat berwenang. Hingga kini, remaja pemilik perangkat tersebut belum menghadapi tuntutan hukum.
Meski demikian, kasus tersebut masih dalam penyelidikan otoritas federal. Berdasarkan informasi dari sumber setempat, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) kini turut mendalami insiden yang sempat memicu alarm keamanan penerbangan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penggunaan nama atau identitas perangkat elektronik yang berkaitan dengan ancaman keamanan dapat memicu respons serius dari otoritas penerbangan, mengingat ketatnya standar keselamatan yang berlaku di industri penerbangan internasional.
Sumber: Liputan6











