RBN || Jepara
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara memperkuat komitmennya dalam mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan industri kecil menengah (IKM) agar mampu menembus pasar modern dan meningkatkan daya saing. Upaya ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan kolaborasi berkelanjutan antara Pemkab Jepara, Dekranasda, IKM, dan toko modern yang berlangsung di De Anglo, Rabu (12/11).
Ketua Harian Dekranasda Jepara, Ali Hidayat, mengatakan bahwa program ini selaras dengan visi Dekranasda sebagai wadah kreatif, adaptif, dan kolaboratif bagi perajin lokal. Menurutnya, penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan peritel modern diperlukan untuk memastikan produk-produk lokal mampu masuk pasar yang lebih luas.
“Program ini relevan dengan visi Dekranasda untuk menjadi wadah kreatif, adaptif, dan kolaboratif, dalam mendukung keberlanjutan usaha para perajin dan pelaku IKM Jepara,” ujarnya.
Selain fokus pada penguatan ekonomi, kegiatan tersebut juga menyoroti isu lingkungan. Salah satunya melalui sosialisasi pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Ali menyebut, upaya kecil namun konsisten sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan ekologi.
“Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai adalah bagian dari perubahan besar, yang dimulai dari langkah kecil,” tambahnya.
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara menunjukkan, sekitar 20,04 persen dari total timbunan sampah di Jepara merupakan sampah plastik, dengan volume mencapai 86,70 ton per hari. Karena itu, DLH meminta toko modern ikut berperan aktif dalam pengurangan sampah plastik.
“Seluruh toko modern dan pusat perbelanjaan di Jepara kami minta ikut berpartisipasi mengurangi sampah plastik,” jelas Kepala Bidang Persampahan DLH Jepara, Eko Yudy Nofianto.
Dukungan serupa disampaikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara. Kabid Perdagangan, Anik Rosyidah, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan strategi untuk memperluas akses pasar bagi produk UMKM dan IKM lokal. Selain itu, kegiatan ini diharapkan membuka peluang pelatihan, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan branding.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sosialisasi, tetapi berlanjut dengan kerja sama konkret, termasuk penempatan produk IKM di toko modern dan pelatihan peningkatan kualitas serta branding produk,” ujarnya.
Dengan adanya sinergi ini, Dekranasda Jepara berharap produk lokal semakin dikenal dan diterima pasar modern, sekaligus turut berkontribusi pada pengurangan sampah plastik di lingkungan masyarakat.
Sumber: Jatengprov.go.id











