RBN || Jakarta
Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat mengevaluasi sistem rekrutmen sopir kendaraan Makanan Bergizi Gratis (MBG) setelah insiden tragis yang menimpa siswa dan guru SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025). Sebuah mobil pengangkut MBG menabrak gerbang sekolah dan melindas puluhan warga sekolah saat kendaraan memasuki area yang padat aktivitas.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi lembaganya untuk memperkuat standar pemilihan sopir. “Selama ini kejadian seperti ini hampir tidak pernah terjadi. Peristiwa ini mendorong kami melengkapi juknis rekrutmen, tidak hanya administratif, tetapi juga keterampilan teknis,” ujar Dadan saat ditemui di RSUD Cilincing.
Temuan awal menunjukkan kecelakaan dipicu kelalaian sopir cadangan yang baru bekerja dua hari. Ia ditugaskan menggantikan sopir utama yang sedang sakit dan dinilai kurang berpengalaman menghadapi medan menanjak di sekitar sekolah. Meski demikian, Dadan memastikan bahwa sopir tersebut telah melalui proses rekrutmen resmi dan memiliki SIM, menepis isu adanya praktik “orang dalam”.
Selain memperketat rekrutmen, BGN berkomitmen memastikan seluruh korban mendapat penanganan optimal. Dari total 20 korban, 15 siswa mengalami luka ringan dan dirawat di RSUD Cilincing, sementara empat siswa dan satu guru dengan luka berat dirujuk ke RS Koja. Korban yang sudah dipulangkan tetap dipantau oleh tenaga kesehatan “Pasukan Putih” dari Puskesmas setempat selama masa pemulihan.
“Kami ingin memastikan pemulihan mereka berjalan baik. Semua kerugian materi seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah juga akan diganti sepenuhnya,” kata Dadan.
Sementara itu, polisi telah memeriksa sopir dan pendamping kendaraan untuk mendalami penyebab kecelakaan. Berdasarkan rekaman CCTV, kendaraan sempat melintas di depan sekolah sebelum berputar dan akhirnya menabrak pagar, mengenai siswa yang berada di dalam area.
Insiden ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat keselamatan operasional program MBG, memastikan distribusi makanan bergizi berjalan aman dan tetap membawa manfaat, bukan ancaman.
Sumber: KOMPAS.com











