RBN || Jakarta
Apple kembali memperkuat komitmennya dalam mengembangkan talenta digital di Indonesia dengan membuka fasilitas pendidikan teknologi terbaru, Apple Developer Academy, di Jakarta. Akademi ini menjadi yang kelima di Indonesia dan akan menampung sekitar 100 peserta pada angkatan perdananya.
Berlokasi di Autograph Tower, Jakarta, akademi ini menjadi bagian dari investasi Apple untuk mendorong inovasi teknologi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang digital. Program tersebut juga mendukung kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui pengembangan inovasi dan talenta lokal.
Head of Apple Developer Academy Jakarta, Ryan Tjandra, menyampaikan optimismenya terhadap generasi baru pengembang Indonesia yang akan mengikuti program ini. Ia berharap para peserta mampu menemukan potensi terbaik mereka, membangun solusi digital bagi berbagai persoalan nyata, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.
Akademi ini diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Ciputra dan menghadirkan program pembelajaran selama sepuluh bulan dengan pendekatan challenge-based learning, metode khas Apple yang menekankan pembelajaran melalui pemecahan masalah nyata.
Selama program berlangsung, peserta akan mempelajari berbagai keterampilan penting, mulai dari pengkodean, desain aplikasi, kecerdasan buatan (AI), hingga manajemen proyek. Angkatan pertama akademi ini berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, lulusan baru, hingga profesional berusia 18 hingga 40 tahun yang berasal dari 33 kota di Indonesia.
Mulai tahun depan, akademi ini ditargetkan mampu menampung lebih dari 200 peserta setiap tahun. Dengan hadirnya akademi baru di Jakarta, total lima Apple Developer Academy di Indonesia diproyeksikan dapat menampung lebih dari 700 peserta setiap tahunnya.
Sejak pertama kali hadir di Indonesia pada 2018 di Tangerang, Apple Developer Academy terus berkembang dengan membuka fasilitas di Surabaya, Batam, Bali, dan kini Jakarta. Hingga Desember 2025, hampir 3.000 peserta telah menyelesaikan program ini, dengan sekitar 95 persen di antaranya berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai sektor industri.
Selain bekerja di perusahaan teknologi, sebagian lulusan juga memilih jalur kewirausahaan dengan meluncurkan ratusan aplikasi di App Store dan mendirikan puluhan startup teknologi. Kehadiran akademi ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem inovasi digital Indonesia sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk bersaing di tingkat global.
Sumber: CNN Indonesia











