RBN || Jakarta
Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti pelaksanaan Misa Malam Natal di Gereja Katedral Jakarta pada Rabu malam. Ribuan umat memadati kawasan Katedral untuk mengikuti perayaan Natal, mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang kuat di tengah masyarakat.
Kepala Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, memperkirakan jumlah umat yang hadir mencapai sekitar 10.000 orang. “Diperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu umat,” ujar Susyana di sela-sela peringatan Misa Malam Natal.
Untuk mengakomodasi kehadiran umat, Gereja Katedral Jakarta telah menyiapkan sekitar 5.000 kursi pada setiap sesi ibadah. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat pihak penyelenggara menambah kapasitas hingga 500 kursi tambahan. Pada misa pertama malam Natal, jumlah umat yang hadir diperkirakan melebihi kapasitas awal, yakni sekitar 5.500 orang.
Perayaan Misa Malam Natal tahun ini juga mendapat perhatian dari sejumlah pejabat tinggi negara yang hadir untuk meninjau langsung pelaksanaannya. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo. Kehadiran para pejabat tersebut disambut langsung oleh Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo.
Dalam kesempatan itu, Pratikno menyampaikan salam dan ucapan selamat Natal dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh umat Kristiani yang merayakan Natal. Ia juga mengingatkan bahwa perayaan Natal tahun ini masih dirasakan secara berbeda oleh sebagian masyarakat di daerah terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Pemerintah terus berupaya memastikan perlindungan bagi para korban bencana, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak,” ujar Pratikno.
Perayaan Natal di Gereja Katedral Jakarta tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga simbol solidaritas, harapan, dan semangat kebersamaan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Sumber: Tempo.com











