RBN || Jakarta
Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara (STAH DNJ) Jakarta berhasil menyelenggarakan Webinar Nasional bertema “Hindu dan Isu Sosial Kontemporer,” yang menghadirkan diskusi mendalam mengenai filsafat, teknologi, dan etika global (28/03/2026). Acara yang berlangsung dengan penuh antusias ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, dan masyarakat Hindu.
Webinar ini dipandu oleh Dr. Agung Patera sebagai moderator yang memastikan jalannya diskusi berjalan interaktif dan dinamis, menyentuh berbagai isu sosial kontemporer yang relevan dengan zaman kini. Diskusi yang menggugah ini menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang berbeda namun saling melengkapi.
Sesi pertama dibuka oleh Dr. Puspo Renan Joyo, yang mengangkat perspektif ekologis dari sudut pandang filsafat Hindu. Ia menjelaskan bahwa krisis ekologis global bukan hanya sebuah masalah teknis, tetapi merupakan akibat dari krisis epistemologi dan ontologi yang muncul akibat paradigma antropocentris.
“Manusia memisahkan diri dari alam, yang menyebabkan eksploitasi dan kerusakan lingkungan. Dalam Advaita Vedānta, alam, manusia, dan Tuhan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” ujarnya. Puspo menekankan pentingnya kesadaran holistik untuk menjaga keseimbangan alam.
Ir. Ketut S. Astawa, M.Sc., Ph.D, selanjutnya mengulas tantangan yang dihadapi oleh Generasi Z di era digital dan globalisasi. Ia mengungkapkan isu utama yang dihadapi Gen Z, seperti krisis identitas, budaya, serta maraknya informasi hoaks yang beredar di dunia digital. Meski demikian, ia melihat banyak peluang di bidang teknologi, ekonomi digital, dan pendidikan karakter digital.
“Penguatan wawasan kebangsaan adalah kunci agar Gen Z bisa memaksimalkan peluang dan mengatasi tantangan ini,” tegas Ketut, yang juga menyarankan keseimbangan antara inovasi dan etika.
Sebagai penutup, Prof. Dr. I Nyoman Yoga memaparkan pandangannya mengenai krisis multidimensi, mencakup aspek sosial-ekonomi, identitas, moral, dan spiritual, serta ekologi kebudayaan. Dalam pernyataan yang menggugah kesadaran, ia menyoroti paradoks perilaku manusia yang menyembah Tuhan namun merusak alam.
“Manusia adalah makhluk yang paling gila; mereka memuja Tuhan yang tak terlihat, tetapi merusak alam yang terlihat, tanpa menyadari bahwa alam yang mereka rusak adalah manifestasi Tuhan yang mereka sembah,” ujar Prof. Yoga, yang mendapat respon hangat dari peserta.
Webinar ini diselenggarakan di bawah koordinasi panitia yang diketuai oleh Dr. Ketut Budiawan, M.H., M.Fil.H. Sambutan resmi dan pembukaan acara dilakukan oleh Dr. Untung Suhardi, M.Fil.H, Wakil Ketua II STAH DNJ, yang mewakili Ketua STAH.
Melalui acara ini, STAH DNJ berhasil mempertemukan filosofi Hindu kuno dengan isu sosial dan tantangan kontemporer yang dihadapi dunia saat ini. Webinar ini menghubungkan kesadaran spiritual Hindu dengan perkembangan teknologi, isu lingkungan, dan tantangan sosial global, memberikan wawasan praktis dan kritis bagi peserta di era globalisasi.
Repotase: Maya











