AS Kecam Penggunaan Rudal Oreshnik Rusia, PBB Gelar Pertemuan Darurat

  • Share
Serangan Rusia di Ukraina. (Foto: REUTERS/Sofiia Gatilova)

RBN || Amerika Serikat

Ketegangan perang Rusia–Ukraina kembali meningkat setelah Moskow meluncurkan rudal balistik jarak menengah Oreshnik ke wilayah Ukraina barat akhir pekan lalu. Amerika Serikat mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas regional dan internasional.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (12/1) waktu setempat, Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Tammy Bruce, menegaskan bahwa penggunaan rudal jarak menengah meski tanpa hulu ledak nuklir tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, langkah itu justru memperbesar risiko konflik di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri perang melalui jalur perundingan.

“Kami mengutuk serangan Rusia yang terus berlanjut dan semakin intensif terhadap fasilitas energi Ukraina dan infrastruktur sipil lainnya,” ujar Bruce.

Pemerintah Rusia mengklaim rudal Oreshnik menghantam sebuah pabrik perbaikan aviasi di wilayah Lviv, dekat perbatasan Polandia. Moskow menyatakan serangan itu sebagai respons atas dugaan upaya Ukraina menyerang salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin klaim yang dibantah oleh Kyiv. Ukraina mengonfirmasi adanya serangan rudal ke wilayah Lviv, namun tidak memastikan apakah fasilitas yang dimaksud benar-benar terkena.

Kecaman juga datang dari Inggris. Pelaksana tugas Duta Besar Inggris untuk PBB, James Kariuki, menyebut serangan tersebut “ceroboh” dan berisiko memicu eskalasi yang lebih luas akibat kesalahan perhitungan.

Selain serangan ke Lviv, Rusia juga menggempur ibu kota Kyiv dengan rentetan serangan udara. Sedikitnya empat warga sipil dilaporkan tewas, sementara sekitar separuh bangunan tempat tinggal di kota itu kehilangan pasokan pemanas di tengah suhu musim dingin yang membekukan.

Ukraina merespons dengan mengirimkan surat resmi kepada Dewan Keamanan PBB. Duta Besar Ukraina, Andriy Melnyk, menilai tindakan Rusia telah mencapai tingkat kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia memperingatkan bahwa penggunaan rudal Oreshnik yang dapat dipasangi hulu ledak nuklir maupun konvensional merupakan ancaman serius dan belum pernah terjadi sebelumnya bagi keamanan Eropa.

Di tengah penderitaan warga sipil dan meningkatnya eskalasi militer, seruan komunitas internasional untuk menghentikan kekerasan dan mengedepankan diplomasi kian menguat.

Sumber: Detik.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *