RBN || OKU Selatan
Polda Sumatera Selatan terus mendorong peningkatan literasi digital di tingkat desa sebagai upaya menghadapi ancaman kejahatan siber. Salah satu langkah konkret dilakukan oleh Polres OKU Selatan melalui peluncuran program Desa Sadar Digital (DSD) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kapolres OKU Selatan, Hartana, menegaskan bahwa program ini merupakan gerakan bersama yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan digital. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga diri dan lingkungan dari potensi kejahatan siber.
“Program Desa Sadar Digital menjadi gerakan bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berperan dalam melindungi diri dan lingkungan dari ancaman kejahatan siber,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hartana menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui program Presisi yang menekankan pendekatan preventif dan kolaboratif dalam menjaga keamanan. Selain itu, inisiatif tersebut juga mengikuti arahan Kapolda Sumsel Sandi Nugroho dalam mendorong transformasi Polri agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Polres OKU Selatan. Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
“Program ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menindak, tetapi juga mencegah. Desa menjadi garda terdepan dalam membangun ketahanan digital masyarakat,” ujar Nandang.
Dengan adanya program Desa Sadar Digital, diharapkan masyarakat di tingkat desa dapat lebih memahami risiko kejahatan siber serta mampu melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan dan penyalahgunaan teknologi. Program ini juga menjadi bagian dari strategi besar Polri dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan di era digital.
Sumber: Detik News











