RBN || Jakarta
Dunia modifikasi roda dua kembali menunjukkan bahwa kreativitas tak mengenal batas. Seorang pemuda asal Medan, Ingreath Sitopu atau akrab disapa Ucok, sukses mencuri perhatian nasional lewat Yamaha XMax hasil modifikasinya yang ditaksir menelan biaya hingga Rp800 juta. Karya tersebut mengantarkannya meraih gelar juara umum King Customaxi 2025.
Ditemui di Jakarta, Ucok mengungkapkan bahwa total biaya modifikasi motornya berada di atas Rp700 juta, namun belum mencapai Rp1 miliar. “Kurang lebih di angka Rp800 jutaan,” ujarnya. Angka fantastis itu bukan sekadar gaya, melainkan buah dari detail, ketekunan, dan visi yang kuat.
Inspirasi desain XMax “hedon” tersebut berangkat dari helm Arai yang dikenakan pembalap Ai Ogura saat berlaga di Sirkuit Motegi, Jepang. Meski tampilan dasarnya sederhana, sentuhan finishing radikal dan ornamen presisi menjadikan motor ini tampil unik dan berkarakter. “Desain bodinya terinspirasi dari helm Ogura di Motegi. Dari situ kami kembangkan,” tutur Ucok.
Sebagian besar komponen modifikasi didatangkan dari luar negeri, terutama Thailand, dan dikerjakan secara mandiri tanpa bengkel khusus. Salah satu komponen termahal adalah crankcase bernilai sekitar Rp100 juta, dibuat dari material premium. Tak berhenti di situ, XMax ini juga dibekali sepasang emblem Yamaha berbahan emas murni 18 karat dengan bobot masing-masing 45 gram. Demi keamanan, emblem tersebut dilepas saat motor digunakan harian.
Kerja keras Ucok berbuah manis. Dalam ajang resmi yang digelar Yamaha, karyanya unggul dari peserta berbagai daerah dan mulai Aceh, Bandung, Balikpapan, Jakarta, Semarang, hingga Makassar dan dinobatkan sebagai yang terbaik.
Kisah Ucok menjadi inspirasi bahwa modifikasi bukan sekadar soal biaya, melainkan dedikasi, konsistensi, dan keberanian menuangkan ide. Dari Medan, sebuah karya membuktikan bahwa mimpi besar bisa melaju kencang—asal dikerjakan dengan sepenuh hati.
Sumber: Detikoto.com











