Ratusan Pendaki Tanam 1.000 Bibit Pohon di Merbabu, Pulihkan Hutan Bekas Kebakaran 2023

  • Share
Bukit Delok yang terbakar pada 2023, menjadi lokasi 1001 Pendaki Tanam Pohon. (Foto: KOMPAS.Com/Dian Ade Permana)

RBN || Semarang

Jejak kebakaran hutan yang melanda Gunung Merbabu pada 2023 masih tampak jelas hingga kini. Batang-batang pohon terlihat menghitam, berdiri kaku tanpa daun, seolah menunggu roboh diterpa angin. Di kawasan yang pernah terbakar itu, ratusan orang berkumpul membawa tenda, semangat, dan bibit tanaman.

Selama dua hari, Sabtu–Minggu (17–18/1/2026), sekitar ratusan peserta dari berbagai komunitas pecinta alam di Jawa Tengah dan DIY menginap di area hutan Dusun Sokowolu, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Mereka mengikuti gerakan 1001 Pendaki Tanam Pohon (PTP) yang digagas Komunitas Salatiga Peduli sebagai upaya pemulihan lingkungan di kawasan Merbabu.

Peserta datang dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas pendaki, relawan lingkungan, pecinta alam independen, hingga keluarga yang membawa anak-anak untuk ikut serta.

Salah satunya Saeful Anwar, warga Kabupaten Magelang, yang hadir bersama istri dan anaknya yang berusia enam tahun. Ia memilih ikut kegiatan ini karena kawasan Bukit Delok disebut sebagai salah satu area paling parah terdampak kebakaran.

“Kawasan ini kan saat kebakaran itu kondisinya paling parah. Ini bisa dilihat dari vegetasinya yang rusak, sehingga memang pas kalau diadakan gerakan menanam pohon,” ujar Saeful, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momen liburan keluarga yang bernilai. “Istilahnya bisa sambil healing sekeluarga, apalagi bertepatan dengan liburan. Semoga kelak pohon ini bermanfaat dan bisa menampung air,” tambahnya.

Ketua Panitia 1001 PTP ke-11, Purwanti Kusumaningtyas, mengatakan kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2014 dan rutin digelar setiap tahun. Untuk pelaksanaan 2026, panitia memfokuskan penanaman di Bukit Delok, Dusun Sokowolu, karena area tersebut mengalami kerusakan vegetasi yang cukup berat pascakebakaran.

“Untuk tahun ini memang difokuskan di Bukit Delok karena menjadi salah satu area yang paling banyak terbakar dan vegetasinya rusak parah ketika kebakaran hutan di Gunung Merbabu,” jelas Purwanti.

Dalam kegiatan inti, relawan menanam lebih dari 1.000 bibit pohon endemik Merbabu, yaitu pohon puspa. Selain itu, panitia juga menyiapkan bibit kakao dan afrika yang akan dibagikan kepada warga sekitar untuk ditanam di lingkungan permukiman.

Purwanti menyebut, relawan bersama warga sudah menyiapkan lebih dari 1.000 lubang tanam lengkap dengan acir atau penanda lokasi penanaman. Ia menilai gerakan ini tidak hanya soal penghijauan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong lintas komunitas.

“Acara ini sekaligus menjadi momen spesial semua relawan lintas komunitas yang terlibat untuk membangkitkan dan semakin menguatkan spirit gotong royong,” pungkasnya.

Sumber: Kompas

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *