Pasar Murah Palembang: Kolaborasi Pemerintah dan HIPMI Dorong Ekonomi Kerakyatan

  • Share
Pasar Murah Palembang
Pasar Murah Palembang

RBN || Palembang

Pemerintah Kota Palembang bersama Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Palembang kembali berkolaborasi menggelar Pasar Murah di kawasan Perumahan Griya Borang Indah, Kecamatan Sematang Borang. Program ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang masih menjadi tantangan bagi masyarakat.

Sejak pagi, ratusan warga berdatangan dengan antusias. Mereka bisa mendapatkan beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lain dengan harga jauh di bawah pasar. Tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM dan pengusaha muda yang memamerkan produk lokal unggulan. Dengan konsep ekonomi gotong royong, pasar murah ini menghadirkan manfaat ganda — membantu warga sekaligus memperluas pasar bagi pengusaha kecil.

Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dinilai strategis dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pasar murah bukan hanya kegiatan sosial, tetapi bentuk konkret sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi cerminan semangat kebersamaan dalam menjaga daya beli masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput.

Ratu Dewa juga menyoroti perkembangan ekonomi Palembang yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS 2025, pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 5,13 persen dengan inflasi yang terkendali di angka 4 persen. Ia menyebut capaian tersebut tak lepas dari kolaborasi lintas sektor, namun masih ada pekerjaan rumah penting seperti penurunan angka stunting dan penguatan program ketahanan pangan.

Ketua Umum BPC HIPMI Palembang, Peby Anggi Pratama, menegaskan bahwa pasar murah ini sengaja digelar di wilayah pinggiran agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyebut kegiatan ini selaras dengan program nasional menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah. “Kami ingin memastikan bantuan dan harga murah benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Pasar murah di Sematang Borang bukan hanya transaksi ekonomi sesaat, tetapi simbol kebersamaan dalam menghadapi tantangan hidup. Di tengah kemajuan kota dan tekanan harga, sinergi pemerintah dan pengusaha muda ini menjadi contoh nyata bahwa pembangunan inklusif bisa dimulai dari langkah sederhana — mendekatkan kesejahteraan kepada rakyat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *