Mahasiswa STAH Dharma Nusantara Jakarta Gelar Festival Dharma, Praktik Nyata Marketing Public Relation

  • Share

RBN || Jakarta 

(02/08/2025) Langit Jakarta pagi itu tampak cerah, mengiringi langkah-langkah penuh semangat para mahasiswa Ilmu Komunikasi Semester VI Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara (STAH DN) Jakarta yang bersiap menyambut momen penting di pelataran Wantilan Graha Sabha Pura Adhitya Jaya, Rawamangun, Suasana mulai ramai dengan dekorasi, suara gamelan, dan senyum antusias para panitia. Hari itu, mereka mempersembahkan sebuah karya kolaboratif: Festival Dharma.

Dengan mengangkat tema “Membangun Generasi Hindu yang Berkarakter, Cerdas, dan Mandiri”, Festival Dharma tak sekadar acara seremonial. Ia menjadi wujud nyata dari proses belajar mahasiswa dalam mata kuliah Marketing Public Relation yang diasuh oleh Putu Asrinidevy, M.I.Kom.

Ketua panitia, Dhenas Dasilva, menjelaskan bahwa Festival Dharma merupakan hasil kolaborasi kelompok mahasiswa yang dirancang sejak Ujian Tengah Semester. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari penuh dengan berbagai rangkaian acara, di antaranya Seminar Literasi Keuangan dan Investasi bersama OJK, Seminar Pelayanan Publik, bazar UMKM, serta ditutup dengan pentas musik malam hari. Narasumber yang hadir antara lain Ni Putu Elia Purnawati (OJK Jabodebek), Dr. I Gusti Made Sunartha (Kemenag RI), Dr. Ni Putu Eka Widiastuti (UPN Veteran Jakarta), dan I Ketut Budiasa (PHDI Pusat).

Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, S.IP., M.Si., mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam mengimplementasikan ide secara nyata. Acara ini juga dimeriahkan bazar UMKM dari WHDI Jakarta Timur seperti Bakery, Burger Edam, Nutrimax, Bosorte, Indocafe, dan Parnel Cakery, serta penampilan musik dari Ratri Band, Parasara Band, dan Ngab Band. Di akhir acara, panitia menyampaikan terima kasih kepada para pendukung, termasuk OJK, Binroh Telkom Group, Badan Dharma Dana Nasional, Binroh Garuda, dan seluruh partisipan lainnya.

Festival Dharma menjadi bukti bahwa pendidikan tak hanya soal ruang kelas. Ia tumbuh dan mengakar dalam pengalaman nyata, dalam interaksi sosial, dan dalam semangat untuk memberi makna lebih besar bagi komunitas.

Acara ini pun diharapkan menjadi awal dari banyak inisiatif serupa yang digagas oleh mahasiswa Hindu di Jakarta, sebagai bentuk komitmen membangun generasi yang beridentitas kuat, berpikir kritis, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dharma.

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *