Kemenekraf Perkuat Dukungan untuk Sineas Muda Surabaya, Dorong Film Lokal Berdaya Saing Nasional

  • Share
Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Perencanaan Keuangan dan Program, Riwud Mujirahayu
Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Perencanaan Keuangan dan Program, Riwud Mujirahayu

RBN || Surabaya

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus memperluas dukungan bagi sineas muda di berbagai daerah, termasuk Surabaya, melalui fasilitasi, pendampingan, serta kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat industri perfilman lokal sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Perencanaan Keuangan dan Program, Riwud Mujirahayu, menegaskan bahwa subsektor film menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam upaya memajukan sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bicara Film: Merayakan Kearifan Lokal lewat Sinema di Surabaya, Rabu (12/11).

“Kami membantu, membimbing, dan memfasilitasi sineas muda agar dapat berkolaborasi, meningkatkan kualitas, dan memproduksi film pendek maupun film berdurasi panjang,” jelas Riwud.

Ia menjelaskan bahwa Kemenekraf mengelola 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari film, fesyen, kuliner, hingga kriya, yang dikembangkan dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, media, dan berbagai lembaga pendukung.

“Ekonomi kreatif itu tumbuh dari daerah. Karena itu kami hadir langsung ke Surabaya untuk memfasilitasi sineas muda agar terus berkarya, baik lewat film dokumenter maupun film berorientasi internasional,” katanya.

Namun, meski komitmen tinggi telah diberikan, Kemenekraf masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran dan fasilitas produksi.

“Anggaran kami memang masih terbatas, tapi komitmen kami tetap kuat untuk terus mengawal sineas muda, khususnya di Surabaya, agar bisa meningkatkan produksi dan kolaborasi,” ujar Riwud.

Ia menambahkan bahwa meski belum dapat memberikan dukungan pembiayaan langsung, Kemenekraf tetap menjalankan program pendampingan keuangan bagi pelaku kreatif di sejumlah daerah.

“Harapan kami, seiring peningkatan anggaran, dukungan bukan hanya berupa sumber daya manusia, tetapi juga bantuan finansial bagi para sineas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Riwud menekankan pentingnya sinergi antara sineas lokal dan nasional. Ia mencontohkan kolaborasi produser asal Malang, Bayu Skak, yang melibatkan hingga 90 persen tenaga lokal dalam proses produksi filmnya. Selain itu, Kemenekraf turut bekerja sama dengan PARFI dan platform Vidio melalui program Akselerasi Kreatif, yang membuka kesempatan bagi sineas muda untuk menayangkan karya film pendek mereka secara eksklusif dan memperoleh monetisasi digital.

“Tujuan kami bukan hanya agar mereka berkarya, tapi juga agar karya itu bisa menghasilkan pendapatan. Kami bantu monetisasi melalui platform digital,” ungkapnya.

Kegiatan Bicara Film di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian program nasional pengembangan film daerah. Setelah Semarang dan Surabaya, program serupa akan digelar di lima kota lainnya hingga akhir tahun.

“Surabaya ini kota kedua, dan tahun ini ada tujuh wilayah yang kami datangi. Dengan dukungan yang terus meningkat, kami yakin sineas muda Indonesia akan semakin berdaya dan produktif,” pungkas Riwud.

Sumber: JPNN

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *