Israel Pastikan Tak Ada Lagi Sandera di Gaza, Trump Desak Hamas Melucuti Senjata

  • Share
Foto: Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)

RBN || Israel

Pemerintah Israel memastikan seluruh warganya yang sempat ditahan Hamas di Jalur Gaza telah dipulangkan. Kepastian ini disampaikan setelah jenazah Ran Gvili, yang disebut sebagai sandera terakhir, berhasil ditemukan dan dikembalikan ke Israel. Peristiwa ini menandai babak penting dalam konflik berkepanjangan yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyoroti proses pemulangan jenazah tersebut dan mengakui adanya peran Hamas dalam upaya pencarian. “Mereka bekerja sangat keras untuk mendapatkan kembali jenazah itu. Mereka bekerja sama dengan Israel dalam hal ini. Anda bisa membayangkan betapa sulitnya,” ujar Trump, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (27/1/2026). Ia menyebut proses tersebut sebagai pemandangan yang mengerikan, namun penting secara kemanusiaan.

Meski demikian, Trump menegaskan langkah lanjutan yang dinilainya krusial untuk menciptakan stabilitas di kawasan. Ia kembali mendesak Hamas agar segera melucuti senjata. “Sekarang kita harus melucuti senjata Hamas seperti yang mereka janjikan,” kata Trump. Menurutnya, pelucutan senjata menjadi salah satu prasyarat utama menuju perdamaian yang berkelanjutan di Gaza.

Sebelumnya, militer Israel mengumumkan keberhasilan menemukan dan memulangkan jenazah Ran Gvili. Proses ini dilakukan di tengah operasi militer intensif dan upaya diplomatik yang panjang. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pemulangan seluruh sandera sebagai pencapaian moral dan etis bagi negaranya.

“Pengembalian para sandera, termasuk sandera terakhir yang meninggal, dilakukan selama dua tahun pertempuran sengit dan mewakili janji antara IDF dan warga Negara Israel untuk tidak pernah meninggalkan siapa pun,” demikian pernyataan militer Israel.

Netanyahu juga menegaskan hal serupa di hadapan parlemen Israel (Knesset) pada Senin (26/1/2026). “Pemerintah Israel telah menyelesaikan misi moral dan etisnya untuk membawa pulang semua sandera, baik yang hidup maupun yang gugur,” ujarnya.

Pemulangan sandera terakhir ini membawa kelegaan bagi keluarga korban sekaligus menjadi momen refleksi atas besarnya harga kemanusiaan dalam konflik bersenjata. Di sisi lain, desakan internasional termasuk dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa penyelesaian konflik tak berhenti pada isu sandera semata, melainkan juga menuntut langkah-langkah nyata menuju perlucutan senjata dan dialog damai.

Dengan berakhirnya isu sandera, perhatian dunia kini tertuju pada fase berikutnya: apakah momentum ini dapat dimanfaatkan untuk membuka jalan menuju perdamaian yang lebih adil dan berkelanjutan di Gaza.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *