Ikan Sapu-Sapu Dijadikan Siomay, Wali Kota Jaktim Ingatkan Bahaya Logam Berat

  • Share
Foto: Tribunnews

RBN || Jakarta

Kasus dugaan penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan siomay di Jakarta kembali menjadi sorotan setelah adanya peringatan dari Pemerintah Kota Jakarta Timur terkait risiko kesehatan yang ditimbulkan, karena ikan tersebut diduga mengandung zat berbahaya yang tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat sehingga menimbulkan kekhawatiran luas.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan bahwa ikan sapu-sapu berpotensi mengandung logam berat seperti timbal dan merkuri dalam kadar yang melebihi ambang batas aman, sehingga sangat berbahaya jika dijadikan bahan makanan.

“Kandungan timbal atau merkuri itu di atas ambang batas. Jadi saya harapkan masyarakat tidak memanfaatkan ikan ini, karena berbahaya buat kita semua,” kata Munjirin, Senin, 20 April 2026.

Peringatan ini muncul karena adanya dugaan sebagian oknum memanfaatkan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku siomay demi menekan biaya produksi, mengingat harga ikan tersebut jauh lebih murah dibandingkan ikan konsumsi seperti tenggiri yang umumnya digunakan dalam pembuatan siomay.

Secara lingkungan, ikan sapu-sapu dikenal hidup di perairan kotor dan tercemar, sehingga berpotensi menyerap berbagai zat beracun dari lingkungan, termasuk logam berat yang dapat terakumulasi di dalam tubuh ikan dan kemudian berpindah ke manusia saat dikonsumsi.

Paparan logam berat seperti merkuri dan timbal dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, mulai dari gangguan sistem saraf, kerusakan organ, hingga risiko penyakit kronis jika dikonsumsi dalam jangka panjang, sehingga konsumsi ikan dari sumber yang tidak jelas sangat tidak dianjurkan.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan olahan serta memastikan bahan baku yang digunakan aman dan layak konsumsi, agar terhindar dari risiko kesehatan yang dapat merugikan dalam jangka pendek maupun panjang.

Sumber: Tribunnews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *