RBN || Rembang
Banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2026). Sedikitnya tiga desa di dua kecamatan terdampak genangan air laut yang merendam rumah warga dan akses jalan desa.
Tiga desa yang terdampak yakni Desa Pantiharjo di Kecamatan Kaliori serta Desa Sumurtawang dan Desa Pandangan Kulon di Kecamatan Kragan.
Sub Koordinator Kedaruratan BPBD Kabupaten Rembang, Bambang Adi Wijanarko, menjelaskan banjir rob mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB akibat pasang air laut yang masuk ke kawasan permukiman dan infrastruktur desa.
“Ketiga desa yang terdampak rob tersebut yakni Desa Pantiharjo (Kecamatan Kaliori) serta Desa Sumurtawang dan Pandangan Kulon (Kecamatan Kragan),” kata Bambang di Rembang.
Di Desa Pantiharjo, ketinggian genangan mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Air laut merendam sedikitnya lima rumah warga serta menggenangi jalan desa sepanjang sekitar 150 meter.
“Selain rumah warga, halaman rumah dan akses jalan desa juga terdampak genangan air laut,” ujarnya.
Sementara itu, dampak rob di Desa Sumurtawang tercatat lebih besar. Sebanyak delapan rumah warga terdampak, dengan lima di antaranya mengalami kerusakan pada bagian dinding bangunan. Tiga rumah lainnya terdampak genangan tanpa mengalami kerusakan fisik.
Meski menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut. Kerugian material akibat banjir rob diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta.
Selain menghadapi ancaman rob, warga pesisir Desa Pandangan Kulon juga dihadapkan pada abrasi yang terus mengikis garis pantai. Kondisi tersebut dilaporkan semakin mendekati kawasan permukiman warga dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang lebih besar di masa mendatang.
Untuk mengantisipasi risiko yang lebih luas, BPBD Kabupaten Rembang telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah serta Balai Wilayah Sungai terkait langkah penanganan lanjutan.
Berdasarkan hasil koordinasi sementara, belum ada rekomendasi penanganan darurat yang akan dilakukan. Namun, Balai Wilayah Sungai Pusat dijadwalkan melakukan pemetaan kawasan terdampak pada Senin (8/6/2026) sebagai bagian dari persiapan pembangunan tanggul laut permanen guna mengurangi risiko banjir rob dan abrasi di wilayah pesisir Rembang.
Sumber: Antara News











