RBN || Jakarta
Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengusulkan pelaksanaan pemusatan latihan (training camp/TC) di China sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Langkah ini diharapkan mampu menjaga tradisi perolehan medali emas yang selama ini diraih cabang olahraga wushu di ajang multiolahraga terbesar di Asia tersebut.
Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober di Aichi dan Nagoya. PB WI menilai China merupakan tempat yang ideal untuk mengasah kemampuan atlet, mengingat negara tersebut memiliki sistem pembinaan wushu terbaik serta atlet-atlet berkelas dunia.
Usulan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PB WI, Ngatino, saat mendampingi kunjungan Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, ke pelatnas wushu di GBK Arena, Senayan, Jakarta.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan tradisi medali emas di Nagoya,” kata Ngatino, Rabu (22/7/2026).
Menurut Ngatino, pengalaman menjalani pemusatan latihan di China sebelum Asian Games Hangzhou 2022 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan performa atlet Indonesia. Saat itu, tim wushu Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.
Medali emas pada Asian Games Hangzhou dipersembahkan oleh Haris Horatius yang tampil gemilang pada nomor nanquan dan nangun putra. Keberhasilan tersebut menjadi alasan PB WI ingin kembali menerapkan program serupa untuk menghadapi persaingan yang diprediksi semakin ketat di Jepang.
Selain meningkatkan kemampuan teknik, pemusatan latihan di China juga diyakini dapat membangun mental bertanding dan kepercayaan diri atlet. Latihan bersama atlet-atlet tuan rumah dinilai penting untuk memberikan gambaran mengenai level persaingan yang akan dihadapi di ajang internasional.
China dipandang sebagai barometer perkembangan olahraga wushu dunia. Dengan berlatih langsung di negara asal olahraga tersebut, tim pelatih diharapkan dapat mengukur sejauh mana kesiapan atlet Merah Putih sebelum turun di Asian Games 2026.
Sementara itu, Chef de Mission Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti usulan PB WI melalui koordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Dukungan terhadap program pemusatan latihan ini diharapkan dapat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan prestasi di cabang wushu. Dengan persiapan yang matang, PB WI optimistis para atlet mampu kembali mengharumkan nama bangsa di panggung Asian Games 2026.
Sumber: Berita Satu











