RBN || Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku mengalah terkait rencana pemilihan lokasi konser BTS di Jakarta, di mana ia menyatakan tidak lagi ikut campur apabila konser tersebut digelar di Gelora Bung Karno dan bukan di Jakarta International Stadium sebagaimana yang sebelumnya ia dorong.
Sebelumnya, Pramono sempat memperjuangkan agar Jakarta International Stadium (JIS) menjadi venue konser BTS sebagai bentuk optimalisasi fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, namun rencana tersebut akhirnya diurungkan setelah ia menerima berbagai masukan dari kalangan penggemar BTS atau ARMY yang memiliki pertimbangan tersendiri terkait lokasi konser.
Pramono menjelaskan bahwa keinginannya mendorong JIS sebagai lokasi konser merupakan hal yang wajar sebagai kepala daerah yang ingin memanfaatkan aset kota secara maksimal, namun ia juga memahami bahwa konser berskala internasional seperti BTS memerlukan banyak pertimbangan teknis dan kenyamanan bagi penonton.
“Konser BTS terus terang awalnya saya pengen main di JIS. Ya namanya juga Gubernur Jakarta, wajar-wajar aja,” kata Pramono dalam keterangannya di Jakarta pada Senin, 20 April 2026, yang menegaskan bahwa keinginannya tersebut bukanlah bentuk pemaksaan melainkan sebatas dorongan awal.
Keputusan untuk tidak lagi ikut campur juga menunjukkan sikap terbuka dari pemerintah daerah dalam menerima aspirasi publik, terutama dari para penggemar yang menjadi target utama konser tersebut, sehingga diharapkan keputusan akhir nantinya benar-benar mempertimbangkan kepentingan semua pihak.
Dengan demikian, penentuan venue konser BTS sepenuhnya diserahkan kepada pihak penyelenggara dan promotor, sementara pemerintah akan berfokus pada dukungan fasilitas, keamanan, dan kelancaran acara agar konser dapat berjalan sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi para penonton di Jakarta.
Sumber: Liputan6











