Islamabad Dikunci Ketat Jelang Perundingan Bersejarah AS-Iran

  • Share
Foto: Akhtar Soomro/Reuters

RBN || Islamabad

Ibu kota Pakistan, Islamabad, berada dalam pengamanan ketat menjelang perundingan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diharapkan dapat mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Jalan-jalan utama ditutup, sementara aparat keamanan disiagakan penuh untuk memastikan kelancaran agenda diplomasi tersebut.

Meski gencatan senjata antara AS dan Iran dinilai semakin rapuh, terutama akibat serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon serta perbedaan pandangan terkait isi kesepakatan, pemerintah Pakistan menegaskan bahwa perundingan tetap akan digelar sesuai rencana pada akhir pekan ini.

Konflik yang pecah sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang perekonomian global. Blokade Iran terhadap Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi dunia—memicu krisis energi terburuk dalam sejarah akibat terganggunya pasokan minyak dan gas.

Upaya mediasi Pakistan pada Selasa malam menjadi titik balik, ketika kedua negara akhirnya sepakat melakukan gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan itu tercapai setelah Presiden AS Donald Trump mengancam bahwa “seluruh peradaban akan hancur” jika Iran tidak memenuhi tuntutannya.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat bertemu di Islamabad untuk merundingkan perdamaian jangka panjang. Langkah ini dipandang sebagai keberhasilan diplomatik besar bagi Pakistan.

Namun, sejumlah persoalan mendasar masih membayangi. Iran dan Pakistan menyatakan bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon, sementara AS dan Israel menilai isu tersebut terpisah. Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan menilai perundingan tidak akan berarti jika serangan ke Lebanon masih terus berlangsung.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, Pakistan terus berperan aktif menjaga stabilitas dan mempertahankan gencatan senjata di balik layar. Ia menyebut Pakistan bahkan sempat mencegah Iran melakukan serangan balasan atas serangan di Lebanon.

Menjelang perundingan putaran pertama yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (11/4/2026), pengamanan diperketat di seluruh Islamabad. Aparat militer dan pasukan paramiliter dikerahkan, sementara pemerintah menetapkan hari libur nasional pada Kamis dan Jumat, membuat suasana kota tampak lengang.

Pejabat Pakistan enggan mengungkap detail teknis perundingan demi alasan keamanan dan diplomasi. Namun, mereka memastikan seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal.

“Prioritas kami adalah memastikan perundingan berjalan lancar,” ujar salah satu pejabat yang terlibat dalam persiapan. “Kami tidak ingin dianggap mengganggu. Peran kami adalah sebagai fasilitator dan mediator. Kami serahkan kepada Iran dan AS untuk menyampaikan perkembangan kepada media jika mereka menghendaki.”

Delegasi utama dijadwalkan tiba pada Kamis malam dan Jumat pagi. Dari pihak AS, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa tim negosiasi akan dipimpin Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Sementara dari Iran, delegasi akan diisi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, yang sebelumnya terlibat dalam negosiasi gencatan senjata. Sejumlah pejabat tinggi dari Garda Revolusi Iran juga diperkirakan hadir.

Selain itu, delegasi dari negara-negara Teluk seperti Qatar dan Arab Saudi, yang turut terdampak konflik, juga dijadwalkan hadir dan kemungkinan mengikuti pembicaraan di luar agenda utama.

Karena tingginya risiko keamanan, pemerintah Pakistan menyiapkan beberapa lokasi alternatif untuk perundingan. Hotel mewah Serena di Islamabad menjadi lokasi utama yang dipertimbangkan, dengan area sekitar tiga kilometer telah ditutup dan diamankan militer. Opsi lain termasuk kantor sekretariat perdana menteri, pusat konvensi Islamabad, atau lokasi militer yang dirahasiakan.

Belum ada kepastian terkait durasi perundingan. Namun, tamu hotel Serena yang sebelumnya diminta keluar telah diinformasikan bahwa hotel akan digunakan hingga Minggu malam.

Dalam pertemuan antara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Asim Munir pada Kamis, keduanya menyatakan kepuasan atas meredanya ketegangan sejauh ini.

Perundingan di Islamabad kini menjadi harapan baru bagi terciptanya perdamaian di tengah konflik yang masih membara dan penuh ketidakpastian.

Sumber: The Guardian

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *