Ironi Pulau Moyo: Destinasi Dunia, Warga Masih Berjuang Akses Kesehatan

  • Share
Jenazah warga Pulau Moyo, Sumbawa, NTB yang di bawa menggunakan perahu boat, Sabtu (17/1/2026). (Dok. Kades Sofyan)

RBN || Nusa Tenggara Barat

Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikenal luas sebagai destinasi wisata kelas dunia. Pulau eksotis yang pernah disinggahi tokoh-tokoh ternama internasional itu menyimpan keindahan alam yang memikat. Namun, di balik popularitasnya, warga Pulau Moyo masih harus menghadapi kenyataan pahit: keterbatasan infrastruktur dasar, terutama akses jalan dan layanan kesehatan.

Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah beredarnya video sejumlah tenaga kesehatan Puskesmas Sebotok yang terpaksa menerobos banjir akibat tidak adanya akses jalan dan jembatan menuju fasilitas kesehatan tersebut. Kepala Puskesmas Sebotok, Damhuji, mengungkapkan bahwa kondisi itu terjadi hampir setiap musim hujan.

“Setiap musim hujan seperti ini. Jalan menuju puskesmas tergenang karena belum ada akses jalan permanen,” ujar Damhuji, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, hingga kini para pegawai puskesmas harus melewati jalan kebun milik warga untuk mencapai tempat kerja. Kondisi ini tentu menyulitkan pelayanan kesehatan, terutama saat cuaca buruk.

Pulau Moyo sendiri dihuni dua desa, yakni Desa Labuhan Aji dan Desa Sebotok. Kepala Desa Labuhan Aji, Syofyan, menuturkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat, seperti jalan penghubung dan fasilitas kesehatan yang memadai, masih sangat terbatas.

“Tenaga kesehatan profesional juga masih kurang. Akses jalan dari Labuhan Aji ke Puskesmas Sebotok belum ada sama sekali,” kata Syofyan.

Ia menambahkan, warga yang sakit harus menempuh perjalanan laut untuk berobat. Dalam kondisi darurat, pasien bahkan harus dirujuk ke RSUD Kota Sumbawa menggunakan perahu dengan biaya besar yang ditanggung sendiri oleh keluarga.

“Kami serba sulit. Rujukan pasien sangat mahal, begitu juga saat membawa jenazah warga dari daratan ke Pulau Moyo,” ujarnya.

Syofyan mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, termasuk pengadaan ambulans laut. Namun hingga kini, belum ada respons nyata.

Ironi pun terasa kian dalam. Pulau Moyo yang pernah menjadi tempat liburan mendiang Putri Diana, Mick Jagger, Maria Sharapova, hingga David Beckham, masih menyisakan ketimpangan bagi warganya.

“Pulau Moyo dikenal dunia, tetapi kehidupan masyarakatnya masih tertinggal,” pungkas Syofyan.

Sumber: detiktravel

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *