Bupati Banyumas Ajak Warga Perkuat Gerakan Donor Darah Sukarela, Berikan Penghargaan Kepada 77 Pendonor

  • Share
Bupati Banyumas Ajak Warga Perkuat Gerakan Donor Darah Sukarela, Berikan Penghargaan Kepada 77 Pendonor
Bupati Banyumas Ajak Warga Perkuat Gerakan Donor Darah Sukarela, Berikan Penghargaan Kepada 77 Pendonor

RBN || Banyumas

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak masyarakat untuk terus memperkuat gerakan donor darah sukarela sebagai bentuk kepedulian sosial yang berpengaruh besar terhadap keselamatan warga. Ajakan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, dalam acara Temu Silaturahmi Penggerak Donor Darah Sukarela dan Apresiasi Pendonor Darah 125 Kali di Purwokerto, Minggu (23/11).

Menurut Sadewo, donor darah adalah tindakan kemanusiaan yang manfaatnya jauh melampaui sekadar membantu satu orang. Satu kantong darah dapat menolong lebih dari satu pasien, sehingga pendonor yang telah mencapai 125 kali donor memiliki kontribusi luar biasa bagi kesehatan masyarakat.

“Donor darah yang dilakukan secara ikhlas dan berkelanjutan telah memberikan manfaat besar, terutama bagi mereka yang membutuhkan transfusi,” ujarnya.

Ia berharap dedikasi para pendonor senior menjadi inspirasi bagi warga lain untuk rutin mendonorkan darah, karena donor darah juga membawa manfaat kesehatan bagi si pendonor.

Sadewo menegaskan bahwa perubahan zaman dan tantangan kesehatan yang semakin kompleks membuat gerakan donor darah sukarela harus semakin kokoh. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama PMI memberikan penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para pendonor.

“Penghargaan ini mungkin tidak sebanding dengan manfaat yang dirasakan masyarakat, namun semoga menjadi penyemangat untuk terus melakukan kebaikan,” tegasnya.

Wakil Ketua I PMI Banyumas, Dibyo Yuwono, menyebut sebanyak 77 pendonor sukarela mendapat penghargaan khusus setelah menyumbangkan darah minimal 125 kali.

“Apresiasi ini adalah bentuk penghargaan bagi pahlawan-pahlawan yang terus berdonor darah tanpa batas,” katanya.

Dibyo menjelaskan, penghargaan ini merupakan inisiatif PMI Banyumas, mengingat secara nasional penghargaan tertinggi baru diberikan oleh Presiden kepada pendonor 100 kali. Saat ini terdapat sekitar 200 pendonor 100 kali dari Banyumas yang masih menunggu penganugerahan Satyalancana Kebaktian Sosial.

Rekor pendonor terbanyak di Banyumas saat ini dipegang oleh Gregorius Rudy Katopo dengan 264 kali donor.

Pada kesempatan itu, Dibyo juga melaporkan bahwa Unit Donor Darah (UDD) PMI Banyumas telah meraih sertifikat CPOB, Akreditasi Paripurna, dan ISO, menjadikannya salah satu dari hanya 10 UDD PMI di Indonesia yang dapat mengekspor plasma darah ke Korea Selatan.

“Sudah sembilan kali pengiriman dengan total 1.292 liter,” ungkapnya.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi 298 penggerak donor darah yang berjasa dalam memastikan kebutuhan harian darah, sekitar 230 kantong per hari dapat terpenuhi.

Salah satu penerima penghargaan, Herman Hariyanto (70 tahun), telah mendonorkan darah sebanyak 168 kali sejak 1981. Ia mengaku komitmen itu muncul dari pengalaman pribadi ketika istrinya dalam kondisi kritis dan membutuhkan transfusi darah.

“Saat itu saya janji kalau istri saya sembuh, saya harus jadi donor darah sukarela. Dan itu saya jalani sampai sekarang,” tuturnya.

Herman berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk mendonorkan darah sebagai wujud kepedulian antar-sesama.

Dengan penghargaan, komitmen pemerintah, dan dukungan masyarakat, Kabupaten Banyumas berharap gerakan donor darah sukarela semakin kuat untuk memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat setiap tahun.

Sumber: ANTARA News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *