RBN || Teheran
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Bahrain dan Kuwait melaporkan serangan rudal serta drone yang diduga dilancarkan Iran ke wilayah mereka. Kedua negara Teluk tersebut mengecam serangan yang disebut menyasar infrastruktur sipil dan menyebabkan kerusakan material.
Militer Bahrain mengumumkan berhasil mencegat tiga rudal dan sejumlah drone yang diarahkan ke fasilitas sipil di negaranya. Pemerintah Bahrain menuding serangan itu merupakan bagian dari tindakan agresif Iran yang terus berulang.
“Komando umum pasukan pertahanan Bahrain mengumumkan bahwa Iran melanjutkan kampanye permusuhan sistematisnya melalui serangan kriminalnya menggunakan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas sipil di Kerajaan Bahrain,” demikian pernyataan militer Bahrain yang dikutip Al Jazeera.
Bahrain menilai serangan tersebut melanggar hukum internasional dan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan serta melindungi wilayahnya dari ancaman serupa.
Di sisi lain, Kuwait juga melaporkan serangan yang melibatkan rudal dan drone. Serangan itu disebut menghantam area Bandara Internasional Kuwait hingga mengakibatkan sejumlah orang terluka dan memaksa otoritas menghentikan sementara operasional penerbangan.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigadir Jenderal Saud Abdulaziz al-Otaibi, mengecam keras serangan tersebut.
“Agresi kriminal Iran yang mengakibatkan kerusakan material yang signifikan pada bangunan dan cedera,” kata al-Otaibi.
Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban luka maupun tingkat keparahan kondisi mereka. Namun, militer Kuwait menyebut serangan tersebut menimbulkan kerusakan cukup besar pada terminal bandara.
Otoritas Penerbangan Sipil Umum Kuwait juga mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan. Sejumlah pesawat dialihkan ke bandara lain sampai kondisi dinyatakan aman.
Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) turut memberikan penjelasan terkait situasi yang berkembang. Sebelumnya, CENTCOM mengaku telah melakukan tindakan pertahanan diri sebagai respons terhadap upaya serangan Iran di berbagai wilayah Timur Tengah.
Dalam pernyataan terbarunya, CENTCOM menyebut sejumlah rudal balistik yang ditembakkan Iran ke negara-negara kawasan gagal mencapai target.
“Iran meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah negara-negara tetangga di kawasan; namun, semuanya gagal mengenai sasaran yang dimaksud. Dua rudal Iran yang ditembakkan ke Kuwait meleset atau hancur di tengah jalan, dan tiga rudal yang diluncurkan ke Bahrain segera dicegat oleh pasukan pertahanan udara AS dan Bahrain,” kata CENTCOM.
Insiden terbaru ini semakin mempertegas meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran dan sejumlah negara Teluk. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait tuduhan yang dilontarkan Bahrain, Kuwait, maupun pihak militer Amerika Serikat.
Sumber: SindoNews











