RBN || London
Andy Burnham resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin (20/7/2026), menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri dari jabatannya. Burnham menjadi pemimpin ketujuh Inggris dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, mencerminkan dinamika politik dan ekonomi yang terus mewarnai negara tersebut sejak referendum Brexit pada 2016.
Sebelum menjabat sebagai perdana menteri, Burnham terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh Inggris (Labour Party) pada pekan lalu. Ia juga dikenal sebagai mantan Wali Kota Greater Manchester sebelum menerima amanah baru sebagai kepala pemerintahan Inggris.
Dalam pidato perpisahannya di depan kediaman resmi Perdana Menteri Inggris di 10 Downing Street, Keir Starmer menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Inggris atas kesempatan yang telah diberikan kepadanya untuk memimpin negara.
“Hari ini saya berada di sini untuk menyampaikan pengunduran diri saya dan menutup lembaran masa jabatan saya sebagai perdana menteri. Tugas saya telah selesai,” kata Starmer.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterimanya selama menjabat sebagai perdana menteri.
“Saya berterima kasih kepada rakyat Inggris atas kesempatan untuk mengabdi. Saya pergi dengan lapang dada, dengan senyuman, dan dengan kebanggaan atas semua yang telah kami capai. Terima kasih banyak,” tambahnya.
Starmer turut menyampaikan dukungannya kepada Andy Burnham yang kini menggantikannya sebagai Perdana Menteri Inggris.
“Kini saya menyerahkan tongkat estafet kepada Andy Burnham. Saya mendoakan kesuksesan untuknya. Ia mendapat dukungan penuh dari saya,” ujarnya.
Setelah menerima mandat sebagai perdana menteri, Burnham menuju Downing Street untuk menyampaikan pidato perdananya. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya mengembalikan stabilitas bagi Inggris di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negara tersebut.
“Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu merebut kembali stabilitas kita,” ujar Burnham di hadapan para awak media.
Burnham menyebut penunjukannya sebagai perdana menteri akan menjadi titik balik bagi Inggris. Ia berjanji menghadirkan model politik dan ekonomi yang baru melalui rencana pembangunan selama 10 tahun ke depan.
Sejumlah agenda prioritas yang diusung Burnham meliputi penanganan krisis biaya hidup masyarakat, membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi generasi muda, mengakhiri masalah tunawisma, mendorong reindustrialisasi nasional, mengembalikan layanan kebutuhan dasar masyarakat ke bawah kendali publik, serta memperkuat kewenangan pemerintah daerah.
Selain itu, pada hari pertamanya menjabat, Burnham dijadwalkan mulai menyusun kabinet pemerintahannya dengan menunjuk sejumlah menteri yang akan membantunya menjalankan roda pemerintahan dari Downing Street.
Burnham juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim politik yang lebih sehat dan inklusif di Inggris.
“Saya akan bekerja untuk membangun politik yang baru. Negara ini sangat menginginkannya,” tegas Burnham.
Ia berharap kepemimpinannya dapat menjadi awal dari perubahan yang membawa Inggris menuju stabilitas politik dan ekonomi yang lebih baik setelah satu dekade diwarnai pergantian pemimpin yang cukup cepat.
Dengan resmi dilantiknya Andy Burnham, Inggris kini memasuki babak baru pemerintahan yang diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan domestik maupun global yang dihadapi negara tersebut.
Sumber: ABC News











